Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Berita

Maulid Nabi di Winonglor, Sirah Nabawiyah Disampaikan Lewat Suluk Dalang Santri

badge-check


					Maulid Nabi di Winonglor, Sirah Nabawiyah Disampaikan Lewat Suluk Dalang Santri Perbesar

GEBANG, – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al-Ikhlas, Desa Winonglor, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Selasa (18/8/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda. Di hadapan ratusan jamaah, sirah nabawiyah disampaikan melalui pendekatan ngaji budaya dengan lantunan suluk khas dalang santri.

Pendekatan tersebut dihadirkan oleh Kiai Ahmad Hanafi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Purworejo sekaligus Ketua Rijalul Ansor. Melalui perpaduan antara tausiyah, sejarah Nabi, dan seni tradisional, Kiai Hanafi mengajak jamaah mengenal sosok Rasulullah SAW tidak hanya melalui uraian keagamaan, tetapi juga melalui khazanah budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Puncak ngaji budaya berlangsung ketika Kiai Ahmad Hanafi melantunkan suluk yang mengawali kisah tentang kelahiran Rasulullah SAW.

“Wulan Maulud, wulan lahire Kanjeng Nabi Muhammad bin Abdullah…”

Lantunan suluk tersebut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian Maulid. Nuansa seni tradisional berpadu dengan materi sirah nabawiyah, menghadirkan cara dakwah yang komunikatif sekaligus mempertahankan kekayaan budaya lokal.

Dalam tausiyahnya, Kiai Ahmad Hanafi menegaskan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW merupakan sumber keteladanan dan kebaikan bagi seluruh alam. Karena itu, peringatan Maulid tidak berhenti pada peringatan kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah, perjuangan, akhlak, serta keteladanan beliau.

Menurutnya, kebudayaan dapat menjadi salah satu medium untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman. Seni tradisional, termasuk suluk yang dikenal dalam dunia pedalangan, dapat digunakan untuk membawa pesan sejarah dan nilai-nilai keteladanan Nabi agar lebih dekat dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tanfidziyah PRNU Winonglor, Kiai Makfi. Sementara itu, Rais Syuriyah PRNU Winonglor yang juga Kepala Desa Winonglor, Kiai Abdul Kharis, memanfaatkan momentum Maulid untuk berpamitan kepada masyarakat.

Di hadapan jamaah, Kiai Abdul Kharis menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah sebagai kepala desa. Penyampaian tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi bagian lain dari momentum refleksi bersama dalam kegiatan Maulid Nabi.

Kehadiran para pengurus NU tingkat ranting, tokoh masyarakat, dan ratusan jamaah menjadikan peringatan Maulid di Mushola Al-Ikhlas bukan sekadar kegiatan keagamaan tahunan. Forum tersebut juga menjadi ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan dakwah yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan budaya masyarakat.

Melalui ngaji budaya dan suluk dalang santri, kisah Rasulullah SAW kembali dihadirkan dalam bahasa kebudayaan yang akrab dengan masyarakat. Sebuah ikhtiar untuk merawat tradisi sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai jalan untuk semakin mengenal dan meneladani Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. misdiyono

    Top

    Reply
  2. misdiyono

    Wah top

    Reply
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Berita