Menu ✖

Mode Gelap
PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026 Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat 2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Berita

STAINU Purworejo Peringati Harlah ke-48 Tahun

badge-check


					STAINU Purworejo Peringati Harlah ke-48 Tahun Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Khatib ‘Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori menyampaikan, pesan kepada warga Nahdlatul Ulama untuk menyekolahkan putra-putrinya sekolah di lembaga Nahdlatul Ulama, wajib hukumnya. Termasuk Kuliahnya di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

“Sudah banyak terjadi warga NU putra-putrinya tidak di sekolahkan di Nahdlatul Ulama, sementara warga yang selain NU tidak pernah menyekolahkan di lembaga milik kita. Dimana ini merupakan fiqroh Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Hal itu disampaikan saat memberi Mauidhotul Khasanah dan Sarasehan Nasional diperingatan Hari lahir (Harlah) ke 48 Tahun, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, di Ruang Auditorium, Kamis (10/3). Acara dengan mengusung tema “Penguatan Manajemen Institusu Menuju Perguruan Tinggi NU Berdaya Saing”.

Acara juga sekaligus launcing buku ‘Jejak Moderasi Beragama di Tanah Jawa: Menyingkap Tokoh Penyebar Islam dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Edukatif di Kabupaten Purworejo’ yang diserahkan di enam Kecamatan di Kabupaten Purworejo.

Katib ‘Aam PBNU KH Said Asrori

KH Said Asrori mengucapkan, selamat berharlah ke 48 tahun Stainu Purworejo. Semoga cita-citanya tercapai untuk menjadi Universitas Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah Stainu Purworejo statusnya sudah resmi dibawah LPTNU dan tanahnya juga sudah jelas, semoga pewakafnya mendapatkan pahala shodaqoh jariyyah terus menerus,” pesannya.

Selain itu, Ketua PCNU Purworejo, KH Drs Farid Solihin M.MPd menyampaikan, syukur Alhamdulillah di Purworejo, bediri Stainu yang sudah cukup lama, bahkan sudah pasang surut.

“Stainu Purworejo sekarang sudah resmi Lembaga dibawah SK LPTNU dari PBNU,” ujarnya.

KH Farid Solihin meminta dukungan semua pihak untuk ikut andil dalam rangka menyukseskan perkuliahan Stainu Purworejo.

“Kewajiban PCNU memberi kontribusi, di Purworejo sendiri ada 21 lembaga salah satunya adalah LPTNU sendiri. Oleh karena itu, kita menjembatani memberi tahu untuk warga NU di Kuliahkan di Stainu Purworejo,” beber KH Farid.

Harapan kami, lanjut KH Farid, Stainu Purworejo merupakan perguruan tinggi terlama di Kabupaten Purworejo. Jadi Stainu harus memberi kemanfaatan untuk masyarakat.

“Agar NU selalu hadir melayani masyarakat untuk khotibul ummah atau pelayan masyarakat NU di Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I,M.Hum menyampaikan, Stainu Purworejo lahir pada 6 Maret 1974, awal mula bernama Perguruan Tinggi Islam Imam Puro (PTIIM) yang didirikan oleh para tokoh muasis yaitu tokoh-tokoh NU di Kabupaten Purworejo. Bertujuan melestarikan ajaran Islam alla thariqah Ahlusunah Wal Jama’ah, merawat Islam, mengembangkan nilai-nilai kebinekaan, kebangsaan serta merwat budaya.

“Stainu Purworejo merupakan perguruan tinggi NU yang sangat bangga mencantumkan nama besar organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama sejak awal tahun 1980 an,” jelasnya.

Nasir menyampaikan, berjalannya waktu Stainu Purworejo pada tahun 2015-2016 dengan bentuk reformasi kebijakan awal perbaikan tercatat sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT).

“Pada tahun 2015-2016 inilah menjadi pinakan awal mutu secara internal dan eksternal institusi melalui SNPT,” jelasnya.

Dijelaskan Nasir, Stainu Purworejo dibawah naungan penuh badan perkumpulan Nahdlatul Ulama dan berbadan hukum dibawah LTPNU mulai tercapai pada tahun 2021.

“Dimana Stainu Purworejo merupakan perguruan tinggi Islam harus mengambil peran pendidikan Islam di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi

25 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026

25 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani

25 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat

22 Oktober 2026 - 19:02 WIB

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di Berita