Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Berita

Rukyatul Hilal Purworejo di Pantai Jetis Gagal Amati Hilal

badge-check


					Arsip - Pantauan Hilal saat Penetapan 1 Syawal 1447H di Pantai Jetis Purworejo. Perbesar

Arsip - Pantauan Hilal saat Penetapan 1 Syawal 1447H di Pantai Jetis Purworejo.

GRABAG, PURWOREJO – Pantai Jetis di Kecamatan Grabag menjadi titik utama pengamatan hilal oleh tim Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo pada Kamis (19/03/2026). Observasi ini dilakukan untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah dan menjadi bagian dari pemantauan hilal nasional yang hasilnya dilaporkan ke Kemenag RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

Kasubag TU Kemenag Purworejo, H. Uan Abdul Hanan, menjelaskan bahwa Pantai Jetis merupakan satu-satunya Pos Observasi Bulan (POB) di wilayah Purworejo. Lokasi ini dipilih karena dinilai lebih optimal dibandingkan titik sebelumnya.

“Pengamatan hilal dilakukan di pusat observasi bulan Pantai Jetis. Hasilnya akan kami laporkan ke Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Hal ini disebabkan posisi hilal masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal minimal 3 derajat sesuai standar imkan rukyat.

“Untuk di Pantai Jetis, hilal tidak dapat terlihat karena posisinya masih sekitar 1 derajat, sehingga belum memungkinkan untuk diamati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uan menegaskan bahwa penentuan awal Syawal tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kemenag RI.

Kegiatan rukyatul hilal ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Kemenag Purworejo dan Kota Magelang, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Purworejo, organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, seperti An-Nawawi, STAINU Purworejo, dan Al-Iman Bulus.

Selain sebagai bagian dari penentuan kalender hijriah, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat dalam memahami pergerakan benda-benda langit.

“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti hasil keputusan pemerintah pusat. Jika terdapat perbedaan, hendaknya tetap saling menghormati dan menjaga toleransi serta ukhuwah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Berita