Menu ✖

Mode Gelap
2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting “Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

Berita

Rukyatul Hilal Purworejo di Pantai Jetis Gagal Amati Hilal

badge-check


					Arsip - Pantauan Hilal saat Penetapan 1 Syawal 1447H di Pantai Jetis Purworejo. Perbesar

Arsip - Pantauan Hilal saat Penetapan 1 Syawal 1447H di Pantai Jetis Purworejo.

GRABAG, PURWOREJO – Pantai Jetis di Kecamatan Grabag menjadi titik utama pengamatan hilal oleh tim Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo pada Kamis (19/03/2026). Observasi ini dilakukan untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah dan menjadi bagian dari pemantauan hilal nasional yang hasilnya dilaporkan ke Kemenag RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

Kasubag TU Kemenag Purworejo, H. Uan Abdul Hanan, menjelaskan bahwa Pantai Jetis merupakan satu-satunya Pos Observasi Bulan (POB) di wilayah Purworejo. Lokasi ini dipilih karena dinilai lebih optimal dibandingkan titik sebelumnya.

“Pengamatan hilal dilakukan di pusat observasi bulan Pantai Jetis. Hasilnya akan kami laporkan ke Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Hal ini disebabkan posisi hilal masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal minimal 3 derajat sesuai standar imkan rukyat.

“Untuk di Pantai Jetis, hilal tidak dapat terlihat karena posisinya masih sekitar 1 derajat, sehingga belum memungkinkan untuk diamati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uan menegaskan bahwa penentuan awal Syawal tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kemenag RI.

Kegiatan rukyatul hilal ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Kemenag Purworejo dan Kota Magelang, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Purworejo, organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, seperti An-Nawawi, STAINU Purworejo, dan Al-Iman Bulus.

Selain sebagai bagian dari penentuan kalender hijriah, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat dalam memahami pergerakan benda-benda langit.

“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti hasil keputusan pemerintah pusat. Jika terdapat perbedaan, hendaknya tetap saling menghormati dan menjaga toleransi serta ukhuwah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan

11 Oktober 2026 - 20:29 WIB

PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo

11 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting

21 September 2026 - 17:33 WIB

“Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU

21 September 2026 - 11:15 WIB

LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

14 September 2026 - 15:07 WIB

Trending di Berita