PURWOREJO – SMK Ma’arif NU 02 Kemiri menggelar kegiatan SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat di halaman sekolah, Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menjadi puncak tasyakuran pelepasan 70 siswa kelas XII sekaligus peringatan satu dasawarsa berdirinya sekolah.
Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi acara untuk mengikuti lantunan sholawat, doa bersama, dan tausiyah yang dipimpin Majelis Santri Kendil Purworejo. Suasana religius dan penuh khidmat mewarnai malam syukur yang juga dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, alumni, wali murid, serta warga sekitar.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH R. Dawud Masykuri, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH M. Haikal, KH Nashihin Chamid, Gus Asrori, serta Wasiman, S.Pd.I., M.M.Pd., bersama Gus Wahab dan Majelis Santri Kendil.
Kepala SMK Ma’arif NU 02 Kemiri, Wasiman, menyampaikan bahwa kegiatan bersholawat ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan sekolah yang telah memasuki usia 10 tahun sekaligus kelulusan siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh keluarga besar SMK Ma’arif NU 02 Kemiri dan masyarakat untuk bersama-sama bersholawat, memanjatkan doa agar sekolah senantiasa diberi keberkahan dan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, religius, serta mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa satu dasawarsa perjalanan sekolah menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penguatan mutu pendidikan, baik dari sisi kompetensi keahlian maupun pembentukan karakter siswa.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH M. Haikal, menekankan pentingnya peran sekolah berbasis pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Ia menyebutkan bahwa lulusan memiliki berbagai peluang masa depan, mulai dari memasuki dunia kerja, berwirausaha, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai potensi masing-masing.
“Anak-anak yang belajar di sekolah berbasis pesantren telah dibekali ilmu, keterampilan, dan akhlak. Setelah lulus mereka memiliki banyak peluang,” tuturnya.
Kegiatan bersholawat ini menjadi momentum kebersamaan antara sekolah, pesantren, dan masyarakat. Selain merayakan satu dekade perjalanan SMK Ma’arif NU 02 Kemiri, acara ini juga memperkuat komitmen dalam mencetak lulusan yang berdaya saing, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.







