GEBANG, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gebang bersama ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Roudhotul Muhsinin, Desa Pakem Krajan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, mubaligh asal Semarang, KH Duri Ashari, mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah dengan memahami pesan spiritual di balik setiap gerakan shalat.

Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Kiai Thohar Makfud bersama jamaahnya tersebut telah memasuki tahun keempat. Selain menjadi agenda keagamaan masyarakat, kegiatan itu juga menjadi ruang silaturahmi dan upaya merawat tradisi keagamaan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kehadiran MWCNU Gebang ditandai dengan hadirnya Rais Syuriyah MWCNU Gebang, KH Misbahuzzain, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gebang, Supriyanto, S.Sos., serta Katib Syuriyah MWCNU Gebang, Kiai Abdul Kharis, bersama jajaran pengurus harian. Kiai Abdul Kharis juga membuka kegiatan secara resmi.
Kehadiran jajaran MWCNU Gebang menjadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan antara struktur NU dengan masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tingkat lokal. Bagi MWCNU, kegiatan semacam ini juga menjadi momentum untuk menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat kehidupan keislaman warga.
Apresiasi terhadap semangat masyarakat juga disampaikan Kades Pakem. Ia menilai kekompakan dan keguyuban warga dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan patut terus dipertahankan. Menurutnya, pengajian umum juga rutin digelar di wilayah Dusun Krajan maupun di sejumlah masjid dan musala di wilayah Pakem Krajan.
“Kegiatan seperti ini penting untuk terus dirawat sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.” ujarnya.
Memasuki sesi utama, KH Duri Ashari mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Dalam mauidzah hasanahnya, KH Duri Ashari juga mengupas makna yang terkandung dalam gerakan-gerakan utama shalat. Menurutnya, setiap gerakan dalam shalat dapat menjadi bahan refleksi bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Gerakan berdiri dalam shalat, misalnya, dapat dimaknai sebagai simbol ketaatan yang teguh terhadap perintah Allah SWT. Sementara gerakan ruku, menurutnya, mengandung pesan tentang penghormatan dan memuliakan sesama makhluk.
Adapun sujud menggambarkan kepasrahan total dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Sedangkan gerakan duduk dimaknai sebagai permohonan ampunan yang tulus atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Sementara salam menjadi refleksi doa dan harapan agar keselamatan senantiasa diberikan kepada seluruh umat, baik di dunia maupun di akhirat.
KH Duri Ashari juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan shalat sehari semalam terdapat pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi berlangsung tertib dan khidmat hingga akhir acara. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemakmuran Desa Pakem Krajan, serta keberkahan bagi seluruh jamaah Nahdliyin yang hadir.







