Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Berita

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

badge-check


					Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini Perbesar

GEBANG — Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Purworejo, Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I., mengingatkan para orang tua agar tidak hanya mempersiapkan masa depan duniawi anak, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu agama sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Ridho Muttaqin saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Roudhotul Mutaqin, Dusun Ngatep, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo pada Ahad (30/8).

Di hadapan jamaah, Kiai Ridho menekankan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan keberhasilan duniawi. Anak juga membutuhkan pemahaman keislaman sebagai bekal untuk menjalani kehidupan, beribadah, dan membentuk perilaku sehari-hari.

Menurutnya, salah satu bentuk ikhtiar orang tua adalah memastikan anak memperoleh pendidikan agama secara bertahap, mulai dari perkara-perkara mendasar hingga pemahaman keagamaan yang lebih luas.

Pendidikan Agama Dimulai dari Perkara Dasar

Kiai Ridho menekankan pentingnya mengajarkan ilmu agama secara runut, termasuk perkara dasar seperti thaharah atau bersuci.

Menurutnya, pemahaman tentang thaharah tidak boleh dianggap sebagai perkara kecil. Pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi seorang muslim dalam menjalankan berbagai ibadah, sehingga praktik keberagamaan tidak hanya dilakukan karena kebiasaan, tetapi berdasarkan pemahaman yang benar.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan persoalan bersuci dan ancaman siksa kubur. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ilmu agama memiliki kaitan langsung dengan kehidupan seorang muslim.

Selain thaharah, anak juga perlu dibekali pemahaman fikih serta ilmu yang bermanfaat atau ilmu nafi’. Bekal tersebut diharapkan dapat membimbing anak dalam memahami kewajiban agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak perlu mendapatkan bekal ilmu agama agar memahami bagaimana menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim,” pesan Kiai Ridho.

Karena itu, ia mendorong para orang tua untuk memberikan ruang pendidikan agama yang memadai. Lingkungan pesantren, menurutnya, dapat menjadi salah satu pilihan ikhtiar bagi orang tua yang ingin memperdalam pemahaman keislaman anak.

Maulid Nabi dan Ikhtiar Membangun Generasi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Roudhotul Mutaqin berlangsung dalam suasana khidmat. Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gebang turut hadir memenuhi undangan masyarakat.

Kehadiran jajaran MWCNU Gebang menjadi bagian dari penguatan silaturahmi antara struktur jam’iyah NU dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh KH Abdul Ghofir Dahlan, jajaran Mustasyar MWCNU Gebang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji sebagai salah satu tradisi masyarakat Nahdliyin dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Pengasuh Masjid Roudhotul Mutaqin, Kiai Abdul Kharis, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama nyengkuyung dan membroyo pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tidak lepas dari gotong royong dan kepedulian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Pakem, Untung Dwi Prasetyo, mengapresiasi terselenggaranya peringatan Maulid Nabi tersebut. Ia berharap syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di Desa Pakem terus berkembang dan turut memperkuat kerukunan masyarakat.

Doa untuk Ulama dan Para Leluhur

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Muhtadi Umar. Doa ditujukan kepada para muassis NU, ulama, serta para leluhur desa.

Rangkaian doa kemudian dilanjutkan oleh Kiai Lukman dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Ridho Muttaqin.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan kembali perhatian terhadap pendidikan ilmu, ibadah, dan akhlak bagi generasi penerus.

Pesan Kiai Ridho menegaskan pentingnya keseimbangan dalam mendidik anak. mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan dunia, sekaligus memberikan bekal ilmu agama agar memiliki dasar dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

STAINU Purworejo Jalin Kerja Sama Akademik dengan Hartford International University AS

24 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Trending di Berita