GEBANG — Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Purworejo, Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I., mengingatkan para orang tua agar tidak hanya mempersiapkan masa depan duniawi anak, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu agama sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Kiai Ridho Muttaqin saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Roudhotul Mutaqin, Dusun Ngatep, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo pada Ahad (30/8).

Di hadapan jamaah, Kiai Ridho menekankan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan keberhasilan duniawi. Anak juga membutuhkan pemahaman keislaman sebagai bekal untuk menjalani kehidupan, beribadah, dan membentuk perilaku sehari-hari.
Menurutnya, salah satu bentuk ikhtiar orang tua adalah memastikan anak memperoleh pendidikan agama secara bertahap, mulai dari perkara-perkara mendasar hingga pemahaman keagamaan yang lebih luas.
Pendidikan Agama Dimulai dari Perkara Dasar
Kiai Ridho menekankan pentingnya mengajarkan ilmu agama secara runut, termasuk perkara dasar seperti thaharah atau bersuci.
Menurutnya, pemahaman tentang thaharah tidak boleh dianggap sebagai perkara kecil. Pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi seorang muslim dalam menjalankan berbagai ibadah, sehingga praktik keberagamaan tidak hanya dilakukan karena kebiasaan, tetapi berdasarkan pemahaman yang benar.
Ia juga mengingatkan jamaah tentang hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan persoalan bersuci dan ancaman siksa kubur. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ilmu agama memiliki kaitan langsung dengan kehidupan seorang muslim.
Selain thaharah, anak juga perlu dibekali pemahaman fikih serta ilmu yang bermanfaat atau ilmu nafi’. Bekal tersebut diharapkan dapat membimbing anak dalam memahami kewajiban agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak perlu mendapatkan bekal ilmu agama agar memahami bagaimana menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim,” pesan Kiai Ridho.
Karena itu, ia mendorong para orang tua untuk memberikan ruang pendidikan agama yang memadai. Lingkungan pesantren, menurutnya, dapat menjadi salah satu pilihan ikhtiar bagi orang tua yang ingin memperdalam pemahaman keislaman anak.
Maulid Nabi dan Ikhtiar Membangun Generasi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Roudhotul Mutaqin berlangsung dalam suasana khidmat. Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gebang turut hadir memenuhi undangan masyarakat.
Kehadiran jajaran MWCNU Gebang menjadi bagian dari penguatan silaturahmi antara struktur jam’iyah NU dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh KH Abdul Ghofir Dahlan, jajaran Mustasyar MWCNU Gebang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji sebagai salah satu tradisi masyarakat Nahdliyin dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW.
Pengasuh Masjid Roudhotul Mutaqin, Kiai Abdul Kharis, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama nyengkuyung dan membroyo pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tidak lepas dari gotong royong dan kepedulian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Pakem, Untung Dwi Prasetyo, mengapresiasi terselenggaranya peringatan Maulid Nabi tersebut. Ia berharap syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di Desa Pakem terus berkembang dan turut memperkuat kerukunan masyarakat.
Doa untuk Ulama dan Para Leluhur
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Muhtadi Umar. Doa ditujukan kepada para muassis NU, ulama, serta para leluhur desa.
Rangkaian doa kemudian dilanjutkan oleh Kiai Lukman dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Ridho Muttaqin.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan kembali perhatian terhadap pendidikan ilmu, ibadah, dan akhlak bagi generasi penerus.
Pesan Kiai Ridho menegaskan pentingnya keseimbangan dalam mendidik anak. mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan dunia, sekaligus memberikan bekal ilmu agama agar memiliki dasar dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.







