SEMARANG – Transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan perubahan kelembagaan, tetapi membutuhkan penguatan tata kelola, mutu akademik, sumber daya manusia, serta kemampuan kampus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang menjadi perhatian Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo dalam mengikuti Pembinaan Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Tengah.
Kegiatan yang diinisiasi Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah tersebut berlangsung di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung K.H. Sholeh Darat, Kampus III UIN Walisongo Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan para pimpinan PTKIS se-Jawa Tengah untuk mendapatkan penguatan kebijakan sekaligus menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan pendidikan tinggi Islam swasta.
Rektor UIN Walisongo Semarang sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., hadir secara langsung menyambut para pimpinan perguruan tinggi yang mengikuti pembinaan.
STAINU Purworejo mengirimkan jajaran pimpinan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dr. H. Mustadin Taggala, S.Psi., M.Si. Delegasi tersebut didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Aniqoh, Lc., M.Th.I., serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Nurjanah, S.Sos.I., M.Pd.
Empat Perspektif Kebijakan untuk Penguatan PTKIS
Pembinaan berlangsung dengan menghadirkan sejumlah pejabat strategis Kementerian Agama Republik Indonesia. Materi yang diberikan mencakup tata kelola pendidikan tinggi, moderasi beragama, komunikasi publik, serta pengembangan sumber daya manusia dan karier dosen.
Prof. Dr. KH. Amien Suyitno, M.Ag., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, memberikan penguatan mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan yang adaptif. Penguatan ekosistem digital dan peningkatan mutu kurikulum juga menjadi bagian penting agar PTKIS mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Sementara Prof. Dr. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, kampus Islam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter keagamaan yang moderat serta mampu hidup di tengah keberagaman masyarakat.
Dari sisi komunikasi publik, Dr. Ismail Cawidu, M.Si., Staf Khusus Kementerian Agama RI Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi, komunikasi yang efektif, serta pengelolaan citra dan reputasi perguruan tinggi.
Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan media digital yang membuat informasi mengenai perguruan tinggi dapat diakses masyarakat secara cepat.
Sementara itu, M. Aziz Hakim, M.H., Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, memberikan pengarahan mengenai pengembangan karier dosen, pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD), percepatan Jabatan Fungsional Akademik (JFA), hingga peningkatan kualifikasi akademik dosen.
STAINU Siapkan Akselerasi Kelembagaan
Ketua STAINU Purworejo, Dr. H. Mustadin Taggala, S.Psi., M.Si., menyambut baik pembinaan tersebut. Baginya, forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk membaca arah kebijakan pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan langkah konkret di tingkat institusi.
“Pembinaan ini memberi arahan yang sangat jelas, mulai dari kebijakan umum tata kelola institusi, moderasi beragama, komunikasi publik, hingga manajemen karier dosen. Ini menjadi bekal kuat bagi STAINU Purworejo dalam merumuskan langkah akselerasi kelembagaan,” kata Mustadin.
Ia menegaskan, STAINU Purworejo akan berupaya menerjemahkan berbagai arahan tersebut ke dalam kebijakan dan program kerja kampus.
“Transformasi kampus harus dibangun secara bersama-sama. Tidak hanya dari sisi pimpinan, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra kelembagaan,” imbuhnya.
Dari bidang akademik, Wakil Ketua I STAINU Purworejo, Dr. Aniqoh, Lc., M.Th.I., menyatakan bahwa penguatan mutu dosen dan kurikulum menjadi salah satu agenda yang akan terus didorong.
“Catatan dari Dirjen Pendis dan Kasubdit Ketenagaan menjadi prioritas kerja kami. Kami akan terus mendorong percepatan jabatan fungsional dosen, peningkatan kualifikasi akademik, serta penguatan mutu pembelajaran,” ungkap Aniqoh.
Menurutnya, kualitas dosen menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang unggul. Karena itu, peningkatan kapasitas akademik dosen harus berjalan beriringan dengan pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran.
Kemahasiswaan dan Alumni Jadi Bagian Transformasi
Sementara itu, Wakil Ketua III STAINU Purworejo, Nurjanah, S.Sos.I., M.Pd., menilai transformasi kampus juga harus menyentuh sektor kemahasiswaan, kerja sama, dan alumni.
“Mahasiswa harus menjadi bagian penting dalam proses transformasi kampus. Karena itu, penguatan kegiatan kemahasiswaan, ejaring kerja sama, serta peran alumni akan terus kami kembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik. Di sisi lain, jejaring alumni dan kerja sama dengan berbagai lembaga perlu diperkuat untuk membuka semakin banyak ruang pengembangan bagi mahasiswa dan lulusan.
Keikutsertaan jajaran pimpinan STAINU Purworejo dalam pembinaan PTKIS se-Jawa Tengah menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyusun langkah pengembangan kampus ke depan.
Bagi STAINU Purworejo, transformasi menuju kampus unggul bukan sekadar memenuhi tuntutan regulasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Berbekal arahan dan penguatan kebijakan dari Kementerian Agama, STAINU Purworejo berkomitmen melanjutkan akselerasi kelembagaan melalui peningkatan mutu akademik, profesionalitas sumber daya manusia, penguatan kemahasiswaan dan alumni, serta tata kelola kampus yang semakin baik.







