Menu ✖

Mode Gelap
PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026 Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat 2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Berita

Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting

badge-check


					Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting Perbesar

PURWOREJO – Regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan khidmah Nahdlatul Ulama melalui Muslimat NU. Karena itu, kepemimpinan baru PC Muslimat NU Kabupaten Purworejo masa khidmah 2026–2031 diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, serta memperluas manfaat pengabdian hingga tingkat ranting.

Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PC Muslimat NU Kabupaten Purworejo yang digelar di Ganeca Convention Hall, Purworejo, Minggu (20/9/2026), Ny. Fauziyah Laili Wasul terpilih sebagai Ketua PC Muslimat NU Purworejo masa khidmah 2026–2031. Ia memperoleh 257 suara melalui mekanisme voting.

Fauziyah terpilih setelah bersaing dengan dua calon lainnya, yakni Ny. Maslichati Madchan Anis dan Ny. Hj. Rr. Siti Tafrijiyah Haekal.

Terpilihnya Fauziyah menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi yang sebelumnya juga ditekankan dalam pembukaan Konfercab. Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafiedz, M.Ag., menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam perjalanan dan keberlanjutan NU.

Mengutip pernyataan Ketua PCNU Purworejo H. Muhammad Haekal, Prof. Ismawati menyampaikan, “Ora ono Muslimat NU, NU ora ono.” Pernyataan tersebut menegaskan eratnya posisi Muslimat NU dengan perjalanan dan keberlanjutan Nahdlatul Ulama.

Dalam konteks itu, Fauziyah membawa kepemimpinan baru Muslimat NU Purworejo dengan menempatkan konsolidasi sebagai langkah awal. Ia akan membangun komunikasi dengan seluruh jajaran pengurus dan anggota, sekaligus meminta arahan dari PCNU Purworejo serta para sesepuh Muslimat NU.

“Tentu yang pertama kami akan melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU di Kabupaten Purworejo. Kami juga akan meminta arahan dan bimbingan kepada jajaran pengurus PCNU Kabupaten Purworejo serta para sesepuh Muslimat NU,” ujarnya.

Ia juga akan membuka ruang bagi aspirasi dari tingkat bawah sebagai bahan penyusunan program kerja organisasi.

“Kami ingin mendengarkan aspirasi dari bawah, kemudian bersama-sama menyusun program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Mohon doa dan dukungannya, semoga amanah ini bisa kami jalankan dengan baik,” lanjutnya.

Lanjutkan Khidmah, Perkuat Kaderisasi

Dalam menjalankan amanah selama masa khidmah 2026-2031, Fauziyah menyatakan akan melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada ketua sebelumnya beserta seluruh jajaran pengurus atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusinya dalam memajukan Muslimat NU Purworejo.

“Kami akan melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ketua Muslimat NU sebelumnya beserta seluruh jajaran pengurus atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusinya dalam memajukan organisasi,” katanya.

Program yang telah berjalan baik, kata dia, akan dipertahankan dan dikembangkan. Sementara hal-hal yang masih membutuhkan perbaikan akan dievaluasi bersama.

“Kami akan pertahankan dan tingkatkan, sedangkan hal-hal yang masih perlu diperbaiki akan kami evaluasi bersama,” imbuhnya.

Penguatan kaderisasi juga menjadi perhatian utama. Fauziyah ingin konsolidasi berjalan dari tingkat PAC hingga ranting, disertai pendampingan kepada pengurus dalam menjalankan program dan kegiatan.

“Kami berupaya berkomunikasi dan konsolidasi dari PAC sampai ranting, dengan terus mendampingi pengurus dalam menjalankan program dan kegiatan,” tuturnya.

Ia juga mendorong terbentuknya ranting Muslimat NU di desa-desa yang belum memiliki kepengurusan.

“Kami juga memperkuat kaderisasi serta mendorong terbentuknya ranting Muslimat NU di desa-desa yang belum memiliki kepengurusan,” jelasnya.

Berpegang pada Aswaja, Terbuka terhadap Perubahan

Dalam menghadapi perubahan zaman, Fauziyah menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sekaligus bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami ingin Muslimat NU tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia mendorong pengurus dan kader memanfaatkan teknologi serta media digital untuk memperkuat dakwah, komunikasi, dan aktivitas organisasi.

“Jadi, nilai-nilai tetap terjaga, tetapi cara kita berorganisasi terus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Fauziyah merupakan salah seorang masyayikh di Pondok Pesantren Ma’unah, Plaosan, Purworejo. Ia merupakan istri almarhum KH. R. Wasul Masykuri dan sebelumnya tercatat sebagai pengurus harian PC Muslimat NU Purworejo.

Konfercab PC Muslimat NU Purworejo diikuti perwakilan dari 378 Pimpinan Ranting (PR) dan 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Purworejo. Forum tersebut menjadi momentum regenerasi sekaligus konsolidasi organisasi untuk memperkuat khidmah Muslimat NU di Kabupaten Purworejo pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi

25 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026

25 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani

25 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat

22 Oktober 2026 - 19:02 WIB

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di Berita