Wakil Katib PWNU Jateng Sebut Bahtsul Masail Tradisi Islam Indonesia – Warta Nahdliyyin

Menu

Mode Gelap
PR IPNU IPPNU Kaliwungu Gelar Makesta dan Pembentukan Pengurus Anggota Tertinpa Musibah Kebakaran, MWCNU Bagelen Galang Solidaritas Mahasiswa HMPS Prodi PAI Stainu Purworejo Gelar Musma PR GP Ansor Bedono Pageron Kecamatan Kemiri Resmi Dilantik Bayan Bersholawat, Sekaligus Santunan Anak Yatim

Berita · 16 Agu 2022 14:43 WIB ·

Wakil Katib PWNU Jateng Sebut Bahtsul Masail Tradisi Islam Indonesia


					Wakil Katib PWNU Jateng KH Nasrullah Afandi (Foto: NU Online Jateng/Dok) Perbesar

Wakil Katib PWNU Jateng KH Nasrullah Afandi (Foto: NU Online Jateng/Dok)

Jepara, nupurworejo.com – Ma’had Aly Pesantren Balekambang Jepara menyelenggarakan pelatihan bahtsul masail dengan mengusung tema ‘Langkah Tepat Menjawab Berbagai Permasalah Fikih Modern’ Jumat (12/8/2022).

Wakil Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Nasrullah Affandi (Gus Nas) mengatakan, kegiatan pelatihan bahtsul masail merupakan ikhtiar untuk meningkatkan intelektualitas dan menambah wawasan semua santri Ma’had Aly Pesantren Balekambang Jepara.

“Bahtsul masail merupakan istilah khas tradisi Islam Indonesia yang digagas oleh para kiai NU beberapa bulan setelah berdirinya NU. Istilah bahtsul masail ini tidak terdapat di negara lain,” kata Gus Nas yang juga Pengasuh Pesantren Balekambang Jepara.

Dalam siaran pers Ma’had Aly Pesantren Balekambang Jepara yang diterima nupurworejo.com di NU Online Jateng, Senin (15/8/2022) disampaikan, kegiatan pelatihan seperti yang terjadi di negara-negara bagian Timur Tengah lebih dikenal dengan istilah ijtihad jamai (ijtihad kolektif) dengan syarat keilmuan sangat ketat.

Baca juga:  Resmi Dibuka, Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022

“Demi menjaga kualitas, bahtsul masail menggunakan metode qauli, ilhaqi, dan manhaji. Tradisi ini dilestarikan para kiai NU dari generasi ke generasi,” terangnya.

Di menambahkan, seiring dengan perkembangan since dan teknologi, serta semakin kompleksnya permasalahan fiqih yang butuh jawaban, maka analisis ushul fiqih, dan penyertaan kaidah fiqih, serta berpuncak pada analisis maqasid syariah diterapkan demi mendapatkan solusi tepat dalam bahtsul masail di era modern.

“Karena berbagai permasalahan fiqih modern tidak akan bisa ditemukan dalam kitab-kitab fiqih madzhab. Contoh sederhana, hukum membuat obat dari tali pusar bayi (stem cell) tidak ada satupun kitab fiqih madzhab yang terang benderang menjelaskan tentang itu. Karena saat kitab fiqih madhab ditulis, belum ada teknologi secanggih pada era ini,” jelasnya.

Baca juga:  Peringati 100 Hari Masa Kepengurusan, MWCNU Kemiri Rumuskan Program Kerja

Tetapi lanjutnya, analisis ushul fiqih dan maqashid syariah, bisa memberi solusi tepat. Memang sudah menjadi rumus nasional bahwa bahtsul masail merujuk kepada kitab-kitab madzhab muktabar, atau jika tidak ditemukan maka mencari nash Al-Qur’an atau hadits.

“Tetapi ketika belum mendapat solusi, maka analisis dan tarjih (mencari hukum yang unggul) dengan analisa maqashid syariah adalah solusi yang tepat dengan tolok ukur mafsadath (kerusakan) atau maslahat (kebaikan),” pungkasnya.

Sumber: NU Online Jateng

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Kyai dan Santri Ndeso Purworejo Padati Mujahadah dan Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Mahfud

28 November 2023 - 18:47 WIB

Puncak Peringatan HSN 2023 MWC NU Purworejo Sukses Digelar

16 November 2023 - 19:38 WIB

KPU Purworejo Gelar Nobar Film “Kejarlah Janji” di Ponpes Ma’unah, Dorong Partisipasi Pemilih Santri

23 Oktober 2023 - 14:34 WIB

155 Jamaah Umroh Bimbingan KHR. Dawud Masykuri di berangkatkan

20 September 2023 - 19:42 WIB

PAC GP Ansor Bayan Kembali Sukses Selenggarakan Turnamen Futsal Ansor Cup 2023

18 September 2023 - 21:37 WIB

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama MWCNU Kecamatan Bener kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

26 Agustus 2023 - 07:05 WIB

Trending di Berita