Purworejo, Warta Nahdliyyin — Pagi itu, suasana Alun-Alun Purworejo dipenuhi semangat kebersamaan. Belasan ribu peserta Jalan Sehat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tampak antusias mengikuti kegiatan dengan mengenakan atribut bernuansa hijau-putih pada Minggu pagi (26/10). Musik, tawa, dan sorak kebahagiaan memenuhi udara, berpadu dengan warna-warni stan UMKM dan bendera organisasi yang berkibar di sekeliling lapangan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, panitia HSN 2025 PCNU Purworejo telah menyiapkan satu hal penting yang sering luput dalam acara besar, komitmen menjaga kebersihan lingkungan.
Panitia menaruh perhatian besar terhadap kebersihan lokasi kegiatan yang menjadi pusat peringatan HSN tingkat Kabupaten Purworejo itu. Hasilnya, setelah belasan ribu warga NU meninggalkan area, Alun-Alun tetap tampak bersih, rapi, dan tertata. Tidak ada tumpukan sampah berserakan, bahkan hamparan rumput hijau tetap terjaga utuh.

Langkah ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, melainkan juga ajang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial. Sejak tahap persiapan, panitia bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Purworejo, serta petugas kebersihan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memastikan area kegiatan tetap bersih sebelum, selama, dan sesudah acara.
Panitia HSN 2025 PCNU Purworejo menyampaikan bahwa aspek kebersihan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kegiatan massal.
“Kami ingin menegaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari budaya Nahdliyin. Jalan sehat bukan hanya olahraga, tetapi juga cermin etika publik dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar salah satu panitia.
Sejak pagi hingga acara berakhir, panitia secara aktif mengimbau para peserta melalui pengeras suara agar tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan kantong-kantong sampah yang telah disediakan. Pengumuman dan ajakan tersebut terus disampaikan sepanjang kegiatan berlangsung, terutama di sekitar panggung utama dan jalur peserta jalan sehat.
Selain menempatkan puluhan kantong sampah di berbagai titik strategis, panitia juga menugaskan tim kebersihan khusus yang berkoordinasi dengan LPBI NU untuk bergerak cepat membersihkan area begitu acara selesai. Relawan LPBI NU juga menekankan pentingnya kesadaran ekologis kepada peserta yang melintas di sekitar area stan UMKM.
Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Begitu acara berakhir, alun-alun kembali bersih tanpa sisa sampah. Rerumputan hijau tetap terjaga, meninggalkan pemandangan yang menenangkan dan membanggakan.

Panitia berharap semangat menjaga kebersihan ini dapat terus menjadi teladan dalam setiap kegiatan ke-NU-an di masa mendatang.
“Hari Santri harus menjadi momentum pembuktian bahwa santri dan warga NU mampu menjadi contoh dalam menjaga kerapian dan kebersihan ruang publik,” tegas salah satu panitia.
Dengan langit yang kembali cerah dan lapangan yang bersih pasca kegiatan, semangat “Santri Jaga Alam, Alam Jaga Santri” benar-benar terasa hidup, meneguhkan bahwa warga NU tak hanya merayakan Hari Santri dengan suka cita, tetapi juga dengan kepedulian dan tanggung jawab terhadap bumi yang mereka pijak.
(HR)






