Menu

Mode Gelap
Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir Pelantikan MWCNU Kutoarjo dan Muslimat NU Semawung Kembaran Teguhkan Komitmen Khidmah dan Kemanfaatan bagi Masyarakat Ansor Goes to Japan! Program Baru PC Ansor Purworejo Bidik Peluang Kerja Internasional Atap Rumah Sahabat Ansor Runtuh, Tim Media NU Purworejo Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan

Budaya

Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo

badge-check


					Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo Perbesar

Bruno – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Puspo, Kecamatan Bruno, menggelar kegiatan Ngaji Budaya bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Purworejo pada Selasa (14/4/2026) malam. Acara yang dirangkai dengan pagelaran Wayang Santri ini berlangsung di halaman Masjid Al-Ikhlas, komplek Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Surodadi Kulon, Puspo, Bruno.

Kegiatan menghadirkan Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, Kyai Akhmad Hanafi, sebagai narasumber sekaligus dalang Wayang Santri. Dakwah kultural ini menjadi upaya NU dalam merawat tradisi sekaligus menyampaikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Turut hadir Ketua PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, Ketua MWC NU Bruno, KH. Mutamim, jajaran pengurus, serta warga nahdliyyin setempat.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Haekal menegaskan pentingnya pendekatan budaya dalam dakwah.

“Budaya adalah jalan dakwah yang halus dan mengakar. Wayang santri ini menjadi bukti bahwa Islam dan budaya bisa berjalan selaras dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mengajak orang tua dan generasi muda, khususnya dari wilayah Bruno, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di STAINU Purworejo.

“Kami menghimbau putra-putri Nahdliyyin, khususnya dari Bruno, untuk bisa kuliah di STAINU Purworejo, kampus NU tercinta yang insya Allah memiliki kualitas yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kyai Akhmad Hanafi menyampaikan bahwa Lesbumi hadir untuk merawat dan menghidupkan tradisi lokal sebagai sarana dakwah yang efektif. Ia menekankan pentingnya generasi muda mencintai budaya sendiri sebagai bagian dari identitas keislaman ala Nusantara.

Panitia acara, Kyai Yaqub Mubarok, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran jamaah dan berharap kegiatan membawa keberkahan bagi masyarakat Dusun Surodadi. Ia juga mengumumkan bahwa pengajian rutin Selasa Legi kembali diaktifkan setelah jeda Ramadhan, sekaligus diniatkan untuk haul para masyayikh dusun.

Masih dalam suasana Syawal, kegiatan ini juga menjadi ajang halal bihalal warga. Pagelaran Wayang Santri yang sarat pesan moral dan nilai keagamaan disambut antusias masyarakat, menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

Ngaji Budaya ini menjadi bagian dari rangkaian agenda keagamaan dan kebudayaan PR NU Puspo dalam momentum Halal bi Halal 1447 H. Sinergi antara struktur NU dan lembaga kultural seperti Lesbumi diharapkan semakin mengokohkan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU

17 Mei 2026 - 17:42 WIB

PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

16 Mei 2026 - 19:40 WIB

Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir

3 Mei 2026 - 23:57 WIB

Pelantikan MWCNU Kutoarjo dan Muslimat NU Semawung Kembaran Teguhkan Komitmen Khidmah dan Kemanfaatan bagi Masyarakat

3 Mei 2026 - 22:24 WIB

Ansor Goes to Japan! Program Baru PC Ansor Purworejo Bidik Peluang Kerja Internasional

3 Mei 2026 - 19:12 WIB

Atap Rumah Sahabat Ansor Runtuh, Tim Media NU Purworejo Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan

1 Mei 2026 - 14:12 WIB

Trending di Berita