Menu

Mode Gelap
Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo Paralegal Muslimat NU Kabupaten Purworejo Dikukuhkan, Siap Dampingi Perempuan dan Anak STAINU Purworejo Gelar Halal Bihalal Bersama PCNU, Mantapkan Komitmen Jadi UNU Jateng STAINU Purworejo Luncurkan Pusat Bahasa dan Asrama Mahasiswa, Wujudkan Kampus Bilingual dan Nyaman Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029

Berita

Tuladha #3 Lesbumi PCNU Purworejo, Diskusikan Gamelan sebagai Bahasa Kebudayaan

badge-check


					Tuladha #3 Lesbumi PCNU Purworejo, Diskusikan Gamelan sebagai Bahasa Kebudayaan Perbesar

Purworejo, Warta Nahdliyyin – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Purworejo kembali menggelar Selapanan Setu Pahingan bertajuk “Tuladha”, Jumat malam, 5 Desember 2025, di Pendopo Balai Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen. Pada putaran ketiga ini, tema yang diangkat adalah “Gamelan: Bunyi sebagai Bahasa Kebudayaan.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber pemerhati karawitan Suparyono serta Iga Wahyu Cita Dewi, S.Sn, dengan Gigih Tatabuana Surya, S.Sn, etnomusikolog Lesbumi PCNU Purworejo, sebagai moderator.

Dalam paparannya, Suparyono menjelaskan sejarah gamelan yang telah ada sejak masa pra-Islam dan kemudian diakulturasi oleh para wali sehingga menjadi media dakwah yang sarat nilai-nilai keislaman. Iga Wahyu Cita Dewi turut menyoroti dinamika karawitan masa kini yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama tantangan dalam menarik minat generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budaya tradisi.

Sementara itu, pegiat budaya, Wagino menyampaikan apresiasinya terhadap program Tuladha yang selalu dihadiri audiens lintas kepercayaan dalam setiap gelarannya, tidak hanya dari kalangan nahdliyyin atau muslimin saja. Ia berharap, Tuladha mampu menjadi ruang bersama dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya sekaligus media silaturahmi yang menunjukkan tinggi­nya semangat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Purworejo.

Selain sesi diskusi, Tuladha putaran ketiga ini turut dimeriahkan penampilan Soyar Maole dan karawitan Gongso Buono yang menghadirkan nuansa musikal khas budaya Jawa.

Melalui program Tuladha, Lesbumi PCNU Purworejo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap pelestarian seni budaya berbasis pemberdayaan masyarakat. Lesbumi menegaskan bahwa masyarakat adalah ujung tombak dalam menjaga kebudayaan dan kearifan lokal, karena dengan kesadaran masyarakat akan urgensi pelestarian budaya, masyarakat akan lebih peka pula terhadap persoalan sosial yang muncul.

Dari gamelan, kita belajar tentang keserasian antarinstrumen yang mampu menciptakan lantunan yang harmoni. Demikian pula ketika kita memahami kebudayaan dan dinamikanya di masyarakat, akan mampu membawa kita pada kesadaran akan keserasian lingkungan hidup.

Kegiatan ditutup dengan pesan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Haekal, S.Pd.I. yang menegaskan makna spiritual gamelan: “Di dalam gamelan ada harmoni. Satu sama lain saling memuji, tidak ada yang merasa tersaingi. Semua menuju penghambaan kepada Ilahi.”

Tim LTN PCNU Purworejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan

14 April 2026 - 23:28 WIB

Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo

14 April 2026 - 23:25 WIB

Paralegal Muslimat NU Kabupaten Purworejo Dikukuhkan, Siap Dampingi Perempuan dan Anak

14 April 2026 - 04:24 WIB

STAINU Purworejo Gelar Halal Bihalal Bersama PCNU, Mantapkan Komitmen Jadi UNU Jateng

13 April 2026 - 01:52 WIB

STAINU Purworejo Luncurkan Pusat Bahasa dan Asrama Mahasiswa, Wujudkan Kampus Bilingual dan Nyaman

12 April 2026 - 18:35 WIB

Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029

5 April 2026 - 05:55 WIB

Trending di Berita