PURWOREJO – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PC Kabupaten Purworejo kembali melanjutkan program Desa Sejarah NU dengan menggelar pentasarufan bantuan dan edukasi zakat di Desa Kedungloteng, Selasa (10/03/2026). Kegiatan ini merupakan tahap kedua setelah peluncuran perdana beberapa waktu lalu, menegaskan komitmen LAZISNU dalam memberdayakan komunitas basis Nahdlatul Ulama.
Bertempat di masjid setempat, acara tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, tetapi juga forum edukasi zakat dengan tema “Optimalisasi Koin NU: Kendala, Dinamika, dan Gambaran Pengelolaan Zakat yang Ideal”. Tokoh masyarakat dan warga Desa Kedungloteng mendapatkan pemahaman mendalam mengenai urgensi zakat, tantangan pengumpulan, serta pentingnya pengelolaan yang transparan dan akuntabel demi kemaslahatan umat.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan simbolis kepada 11 penerima manfaat dari kalangan dhuafa, termasuk kursi roda bagi salah satu warga yang membutuhkan. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian LAZISNU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua LAZISNU PC Purworejo, H. Waluya, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengoptimalkan peran zakat, infaq, dan sedekah dalam pemberdayaan umat.
“Kami berharap selain bantuan yang disalurkan, edukasi zakat juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk berzakat dan berinfaq, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan,” ujarnya.
Kegiatan berjalan lancar dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat Desa Kedungloteng. LAZISNU PC Purworejo berkomitmen untuk terus melaksanakan program serupa di masa mendatang, guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan memperkuat solidaritas sosial.






