Menu

Mode Gelap
Dari Desa untuk Kemandirian: Ikhtiar LAZISNU Purworejo Menumbuhkan Harapan Warga Kedungloteng PCNU Purworejo Berangkatkan Kader Muda Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi Se-Kedu Raya Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung Peringati Harlah ke 76 PAC Fatayat NU Loano Gelar Kajian Fikih, Bahas Perspektif Islam tentang Perempuan Berdaya dalam Karir dan Organisasi GP Ansor Purworejo Gelar Harlah ke-92, Wakil Bupati Dorong Kader Ansor isi Lini Strategis PCNU Purworejo Siapkan Muhasabah Satu Tahun Kepengurusan, Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Program

Berita

Dari Desa untuk Kemandirian: Ikhtiar LAZISNU Purworejo Menumbuhkan Harapan Warga Kedungloteng

badge-check


					Dari Desa untuk Kemandirian: Ikhtiar LAZISNU Purworejo Menumbuhkan Harapan Warga Kedungloteng Perbesar

Bener, — Bagi sebagian warga Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, menanam pisang selama ini bukanlah hal baru. Namun, keterbatasan pengetahuan dan akses membuat hasil yang didapat belum maksimal. Di tengah kondisi itu, harapan mulai tumbuh ketika NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Purworejo menghadirkan program DESANU, yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membuka jalan kemandirian.

Melalui pelatihan budidaya pisang kepok yang digelar Selasa (28/4/2026), LAZISNU berupaya menghadirkan perubahan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Program ini menjadi bagian dari pendampingan selama enam bulan berbasis lima pilar LAZISNU, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sekitar 40 warga mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. LAZISNU menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo untuk memastikan proses pembelajaran berjalan tepat sasaran. Materi disampaikan oleh Pk Maryono, yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membimbing praktik langsung di lapangan.

Di antara peserta, Aris (35), seorang petani muda, mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan saksama. Selama ini, ia menanam pisang dengan cara sederhana, mengandalkan pengalaman turun-temurun tanpa banyak sentuhan pengetahuan baru.

“Biasanya kami tanam seadanya, yang penting tumbuh. Tapi hasilnya ya begitu-begitu saja,” ujarnya.

Bagi Aris, pelatihan ini membuka wawasan baru. Ia mulai memahami pentingnya pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang benar, hingga perawatan yang terukur.

“Sekarang jadi tahu caranya. Ternyata kalau ditangani dengan baik, hasilnya juga bisa lebih bagus,” katanya.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menghadirkan harapan. LAZISNU Purworejo turut menyalurkan 200 bibit pisang kepok unggulan kepada warga. Bibit tersebut bukan hanya bantuan sesaat, tetapi menjadi modal awal bagi masyarakat untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi.

Pemilihan pisang kepok pun didasarkan pada pertimbangan yang matang—harga yang relatif stabil serta permintaan pasar yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi warga desa.

Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, Muhammad Haekal, menegaskan bahwa program ini merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang kemudian diwujudkan melalui gerakan bersama.

“Menanam pisang kepok dalam program Desa NU Sejahtera ini merupakan ikhtiar bersama yang berangkat dari permintaan warga NU Kedungloteng. Alhamdulillah, bisa terwujud berkat kerja sama semua pihak. Untuk itu, kami berharap bibit ini dirawat dan dikembangkan dengan baik, semoga menghasilkan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kedungloteng, Sahil Tobaroni. Ia melihat program ini sebagai langkah awal yang penting dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan warga.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Bagi Aris, apa yang ia dapatkan hari itu lebih dari sekadar ilmu dan bibit tanaman. Ia melihatnya sebagai peluang untuk mengubah keadaan.

“Kami berterima kasih kepada PCNU melalui LAZISNU Purworejo. Ini sangat bermanfaat bagi kami para petani. Harapannya, hasil panen ke depan bisa lebih baik dan ekonomi keluarga ikut terbantu,” tuturnya.

Pelatihan yang digelar di Balai Desa Kedungloteng ini terlaksana melalui sinergi UPZIS setempat dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya DRW Skincare Purworejo dan Baqnu Purworejo.

Melalui pendekatan filantropi yang tidak berhenti pada bantuan, tetapi berlanjut pada pemberdayaan, LAZISNU berupaya memastikan bahwa setiap bibit yang ditanam bukan hanya menghasilkan buah, tetapi juga menumbuhkan harapan—bahwa dari desa, kemandirian dapat tumbuh dan masa depan bisa diperjuangkan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PCNU Purworejo Berangkatkan Kader Muda Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi Se-Kedu Raya

28 April 2026 - 18:49 WIB

Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung

28 April 2026 - 18:46 WIB

Peringati Harlah ke 76 PAC Fatayat NU Loano Gelar Kajian Fikih, Bahas Perspektif Islam tentang Perempuan Berdaya dalam Karir dan Organisasi

26 April 2026 - 23:19 WIB

GP Ansor Purworejo Gelar Harlah ke-92, Wakil Bupati Dorong Kader Ansor isi Lini Strategis

26 April 2026 - 23:05 WIB

PCNU Purworejo Siapkan Muhasabah Satu Tahun Kepengurusan, Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Program

22 April 2026 - 17:35 WIB

Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan

14 April 2026 - 23:28 WIB

Trending di Berita