PURWOREJO – Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Purworejo, capaian mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar XXXIX dan Mahasiswa Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 bukan sekadar prestasi individual.
Enam gelar juara yang diraih delegasi STAINU Purworejo dipandang sebagai bukti bahwa kaderisasi Qur’ani di lingkungan kampus NU berjalan dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.

Dalam ajang yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Purworejo pada Rabu, 21 Oktober 2026 itu, STAINU Purworejo sebagai perguruan tinggi yang berada dalam naungan semangat Nahdlatul Ulama mengirim 16 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mereka mengikuti cabang MTQ, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan kaligrafi dekorasi.
Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif warga NU, khususnya mahasiswa kampus NU, dalam mengembangkan potensi keagamaan, keilmuan, dan seni Islami.
Kegiatan bertema “Menguatkan Generasi Qur’ani, Berakhlak dan Berprestasi” di Pendopo Wakil Bupati Purworejo dan sejumlah lokasi sekitarnya itu sejalan dengan komitmen NU Purworejo dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu berprestasi di tengah masyarakat.
Enam gelar juara yang diraih delegasi STAINU Purworejo menunjukkan keberagaman potensi kader. Pada cabang MTQ, Muhammad Wahib Kaffabihi dari Program Studi PAI semester 5 meraih Juara 2 MTQ Putra, sedangkan Annisa Nur Romadhon dari Program Studi PGMI semester 3 meraih Juara 3 MTQ Putri.
Pada cabang KTI, Muhammad Sidiq dari Program Studi PGMI semester 5 meraih Juara 3 KTI Putra, dan Lu’lu’ul Kholisoh dari Program Studi PAI semester 5 meraih Juara 1 KTI Putri. Adapun pada cabang kaligrafi, Ahmad Rijal Fauzan meraih Juara 2 kategori putra dan Az Zahra Aulia meraih Juara 2 kategori putri.
Prestasi pada cabang KTI menjadi salah satu penanda penting bahwa mahasiswa kampus NU tidak hanya unggul dalam membaca dan melantunkan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan kajian keislaman yang kontekstual.
Karya berjudul “Sedekah Sampah sebagai Praktik Ekoteologi Islam: Studi Kasus Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid di Desa Semawung, Kecamatan Purworejo” dipandang sebagai contoh bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihubungkan dengan persoalan sosial dan lingkungan.
Gagasan semacam ini relevan dengan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang menekankan keseimbangan hubungan dengan Allah, manusia, dan alam.
Keberhasilan di cabang MTQ dan kaligrafi juga dilihat sebagai wujud kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an melalui bacaan dan seni tulisan. Sementara itu, partisipasi pada cabang MSQ dan kaligrafi dekorasi memperlihatkan bahwa ruang pengembangan potensi mahasiswa cukup luas. Harapannya capaian ini tidak berhenti pada momentum lomba, tetapi menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, enam prestasi mahasiswa STAINU Purworejo dalam MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 adalah cermin kaderisasi Qur’ani yang berakhlak, berilmu, dan berprestasi.
Prestasi ini sekaligus menegaskan peran STAINU Purworejo sebagai kampus NU yang mendukung lahirnya generasi yang mampu membawa nama baik institusi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi bagi masyarakat dan kehidupan keagamaan di Purworejo.







