Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Berita

Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng

badge-check


					Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng Perbesar

BUTUH – Semangat membumikan Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Jam’iyyah Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kecamatan Butuh menggelar sima’an Al-Qur’an 30 juz di Masjid Salafiyah, Desa Wareng, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai usai salat Isya tersebut berlangsung khidmat dan diikuti para hafiz, pengurus NU, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Butuh. Sima’an Al-Qur’an ini menjadi rangkaian pembuka sebelum pelaksanaan pengajian selapanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Butuh.

Ketua PAC JQH NU Butuh, Kiai Ali Imron Al Hafidz, mengatakan bahwa pelaksanaan sima’an sengaja dijadwalkan pada malam hari menjelang pengajian selapanan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami mengawali rangkaian pengajian dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an 30 juz secara penuh. Ini merupakan ikhtiar batin agar Allah SWT memberikan keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Butuh sekaligus menjadi sarana bagi para hafiz untuk menjaga dan memperkuat hafalan mereka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, para penghafal Al-Qur’an secara bergantian melantunkan ayat-ayat suci secara bil ghaib atau tanpa melihat mushaf. Suasana masjid yang tenang dipenuhi lantunan ayat Al-Qur’an yang menggema melalui pengeras suara, menciptakan nuansa religius yang mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Berita