Menu

Mode Gelap
LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno Wabup Dion Ajak Fatayat NU Ikut Aktif Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak Debat Kandidat PC IPNU-IPPNU Purworejo: Adu Gagasan, Berebut Amanah Kepemimpinan Songsong Transformasi Kampus Unggul, Pimpinan STAINU Purworejo Ikuti Pembinaan PTKIS se-Jawa Tengah di Semarang Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

Berita

Kader PMII Jangan Kehilangan Nalar Kritis

badge-check


					Kader PMII Jangan Kehilangan Nalar Kritis Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Kader organisasi ekstra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diminta untuk tidak kehilangan nalar kritisnya. Namun demikian, sikap kritis itu harus dengan analisa yang matang sehingga tidak menimbulkan madharat atau dampak negatif yang lebih besar.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Besar (PB) PMII saat memberikan sambutan usai melantik Pengurus Cabang PMII Kabupaten Purworejo masa hidmah 2021-2022 yang digelar di Ballroom Hotel Suronegaran, Kamis (21/10).

Baca juga: Sukses Gelar Vaksinasi Massal, PB PMII Sambut Hangat Program PC PMII Purworejo

Menurutnya, analisa dan respon yang kurang tepat tidak akan meringankan beban negara, tapi justru menjadi beban bagi negara.

“Yang harus digaris bawahi, sikap kritis itu bukan tujuan atau puncak pencapaian. Ia hanyalah pintu masuk problem solving bagi persoalan yang ada. Jadi kita harus tetap kritis terhadap pemerintahan, namun kritis yang solutif,” ujar pria yang akrab di sapa Gus Abe ini.

Gus Abe punya harapan besar terhadap kepengurusan PC PMII Kabupaten Purworejo yang baru saja dilantik tersebut. Disamping senantiasa menjaga idealisme dengan menjadi mitra kritis bagi pemerintah, PMII juga harus mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah.

“Seringkali para pemuda termasuk didalamnya mahasiswa maupun organisasi kepemudaan memiliki nilai tawar yang rendah sehingga tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Maka sudah semestinya itu kita sikapi dengan menempatkan kita pada sikap yang jelas apakah akan mengambil posisi sebagai mitra strategis atau mitra kritis bagi pemerintah. Itu adalah bagian dari operasionalisasi paradigma kritis transformatif saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Satrio Tegar Imani mengatakan semangat yang dibangun di era kepemimpinannya adalah kemandirian ekonomi organisasi dan kader agar pergerakan organisasi dapat semakin masif. Hal tersebut merupakan problem organisasi dan menjadi PR besar di era kepemimpinannya.

“Kemandirian ekonomi hanyalah satu kepingan persoalan yang ingin ia urai dengan tanpa mengesampingkan persoalan lain seperti kaderisasi, peningkatan wacana, penguatan jejaring dan lain sebagainya yang juga tidak kalah penting,” tandasnya. (Luk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

14 September 2026 - 15:07 WIB

Wabup Dion Ajak Fatayat NU Ikut Aktif Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

14 September 2026 - 15:03 WIB

Debat Kandidat PC IPNU-IPPNU Purworejo: Adu Gagasan, Berebut Amanah Kepemimpinan

12 September 2026 - 23:25 WIB

Songsong Transformasi Kampus Unggul, Pimpinan STAINU Purworejo Ikuti Pembinaan PTKIS se-Jawa Tengah di Semarang

12 September 2026 - 23:07 WIB

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Trending di Berita