Menu

Mode Gelap
Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran Ketua MWCNU Purwodadi Tekankan Tiga Kunci Khidmat Muslimat NU: Ngaji, Ngopi, dan Ngader Terpilih Aklamasi, Siti Nurul Khikmah Kembali Pimpin Muslimat NU Purwodadi hingga 2031 Perkuat Literasi dan Kelembagaan, LPTNU Purworejo Siapkan Tiga Program Strategis Tongkat Estafet Kepemimpinan Beralih, Aslamiyah Resmi Pimpin MI Imam Puro Jogotamu Dilantik Ketua LPM PCNU Purworejo, Linda Widiastuti Siap Majukan MI P2A Brengkol

Berita

Kader PMII Jangan Kehilangan Nalar Kritis

badge-check


					Kader PMII Jangan Kehilangan Nalar Kritis Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Kader organisasi ekstra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diminta untuk tidak kehilangan nalar kritisnya. Namun demikian, sikap kritis itu harus dengan analisa yang matang sehingga tidak menimbulkan madharat atau dampak negatif yang lebih besar.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Besar (PB) PMII saat memberikan sambutan usai melantik Pengurus Cabang PMII Kabupaten Purworejo masa hidmah 2021-2022 yang digelar di Ballroom Hotel Suronegaran, Kamis (21/10).

Baca juga: Sukses Gelar Vaksinasi Massal, PB PMII Sambut Hangat Program PC PMII Purworejo

Menurutnya, analisa dan respon yang kurang tepat tidak akan meringankan beban negara, tapi justru menjadi beban bagi negara.

“Yang harus digaris bawahi, sikap kritis itu bukan tujuan atau puncak pencapaian. Ia hanyalah pintu masuk problem solving bagi persoalan yang ada. Jadi kita harus tetap kritis terhadap pemerintahan, namun kritis yang solutif,” ujar pria yang akrab di sapa Gus Abe ini.

Gus Abe punya harapan besar terhadap kepengurusan PC PMII Kabupaten Purworejo yang baru saja dilantik tersebut. Disamping senantiasa menjaga idealisme dengan menjadi mitra kritis bagi pemerintah, PMII juga harus mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah.

“Seringkali para pemuda termasuk didalamnya mahasiswa maupun organisasi kepemudaan memiliki nilai tawar yang rendah sehingga tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Maka sudah semestinya itu kita sikapi dengan menempatkan kita pada sikap yang jelas apakah akan mengambil posisi sebagai mitra strategis atau mitra kritis bagi pemerintah. Itu adalah bagian dari operasionalisasi paradigma kritis transformatif saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Satrio Tegar Imani mengatakan semangat yang dibangun di era kepemimpinannya adalah kemandirian ekonomi organisasi dan kader agar pergerakan organisasi dapat semakin masif. Hal tersebut merupakan problem organisasi dan menjadi PR besar di era kepemimpinannya.

“Kemandirian ekonomi hanyalah satu kepingan persoalan yang ingin ia urai dengan tanpa mengesampingkan persoalan lain seperti kaderisasi, peningkatan wacana, penguatan jejaring dan lain sebagainya yang juga tidak kalah penting,” tandasnya. (Luk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran

3 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Ketua MWCNU Purwodadi Tekankan Tiga Kunci Khidmat Muslimat NU: Ngaji, Ngopi, dan Ngader

3 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Terpilih Aklamasi, Siti Nurul Khikmah Kembali Pimpin Muslimat NU Purwodadi hingga 2031

3 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Perkuat Literasi dan Kelembagaan, LPTNU Purworejo Siapkan Tiga Program Strategis

3 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Tongkat Estafet Kepemimpinan Beralih, Aslamiyah Resmi Pimpin MI Imam Puro Jogotamu

1 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Dilantik Ketua LPM PCNU Purworejo, Linda Widiastuti Siap Majukan MI P2A Brengkol

1 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Trending di Berita