Purworejo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo melakukan silaturahim dengan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, bertempat di Pendopo Kabupaten, Senin pagi (14/07).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan susunan kepengurusan baru PCNU masa khidmah 2025–2030, sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi eksternal hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) kepada Pemerintah Daerah. Silaturahim ini diterima langsung oleh Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. dan Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si.

Ketua Tanfidziyah PCNU, H. Muhammad Haekal, S.Pd.I, dalam sambutannya memperkenalkan susunan kepengurusan PCNU Purworejo. Ia menjelaskan bahwa struktur PCNU terdiri dari:
- Jajaran Mustasyar sebanyak 7 orang yang berperan sebagai penasihat dan pemberi arahan,
- Jajaran Syuriyah berjumlah 22 orang, dipimpin oleh Rais Syuriyah KHR. Dawud Masyukri dan Katib Syuriyah KH. Nashihin Chamid, yang fokus pada membina , mengawasi dan menentukan arah kebijakan organisasi,
- Jajaran Tanfidziyah sebanyak 20 orang yang bertugas melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Syuriyah dan menjalankan roda organisasi secara teknis yakni,
- Serta lembaga dan badan otonom khusus yang bertugas melaksanakan kebijakan NU diberbagai bidang.
Lebih lanjut, H. Haekal juga memaparkan garis besar tugas dan fungsi lembaga-lembaga di bawah PCNU serta gambaran program-programnya yang aktif dalam pelayanan umat dan pembangunan masyarakat.
Adapun sejumlah rekomendasi eksternal hasil Muskercab PCNU disampaikan oleh Sekretaris PCNU, Muhammad Churdaini, S.Pd.I, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Bupati dan Wakil Bupati. Rekomendasi tersebut antara lain:
- Mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas masyarakat Purworejo.
- Mendorong pemerintah daerah untuk meminimalisir peredaran minuman keras dan praktik karaoke liar yang berdampak negatif terhadap moral dan kehidupan keagamaan masyarakat.
- Mengusulkan agar pemerintah lebih mengakomodasi kepentingan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, yang terbukti berperan penting dalam pembinaan akhlak generasi muda.
- Mendorong kebijakan enam hari sekolah (Senin–Sabtu) untuk jenjang SD dan SMP tetap dipertahankan, dengan mempertimbangkan kajian yang sudah dibuat oleh PCNU.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari PCNU. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi dengan PCNU, serta seluruh organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Purworejo.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Dion Agasi juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Ia menyatakan bahwa berbagai rekomendasi eksternal dan hasil kajian PCNU akan dikaji bersama Bupati serta jajaran OPD terkait, sebagai bentuk kemitraan strategis antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo beserta perwakilan dari lembaga-lembaga PCNU.







