Purworejo, WARTA NAHDLIYIN – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar kegiatan Bedah Buku bertajuk “Modul Pencegahan Stunting melalui Lembaga PAUD”, Rabu (23/07/2025), bertempat di Aula STAINU Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2025 sekaligus momentum penting dalam membangun gerakan literasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah stunting sejak usia dini.
Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, organisasi profesi pendidik PAUD (IGRA, IGTK, HIMPAUDI), serta lembaga-lembaga kemaslahatan keluarga dan kesehatan di bawah naungan PCNU Kabupaten Purworejo.

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. Dalam sambutannya usai membuka secara simbolis, beliau menekankan bahwa isu stunting merupakan persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa.
“Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi oleh bangsa kita, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Melalui gerakan literasi, deklarasi, dan aksi nyata, kita dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting,” ujarnya.
“Buku yang dibedah kali ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya sivitas akademika untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting. Saya percaya bahwa melalui diskusi dan sharing pengetahuan pada acara ini, harapannya dapat diperoleh wawasan baru dan strategi yang efektif untuk mencegah stunting,” tambahnya.
“Saya berharap agenda bedah buku ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan komitmen dan aksi nyata dalam mencegah stunting, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Nurjanah, S.Sos.I., M.Pd., selaku penulis sekaligus penggagas modul, menyampaikan bahwa buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi guru PAUD untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan stunting secara terstruktur.
“Literasi kesehatan harus menjadi bagian integral dalam dunia pendidikan anak usia dini. Ini adalah bentuk intervensi awal yang efektif dan edukatif,” jelasnya.
Salah satu narasumber utama, KH Achmad Khamid, A.K., S.Pd.I., Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purworejo dan perwakilan dari BAZNAS, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai sektor.
“Stunting bukan semata masalah gizi, tetapi soal keadilan sosial dan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan agar intervensi benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Syamsuddin Isnaini, S.STP, S.H., M.H., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai bahwa inisiatif STAINU sangat strategis dan perlu diperluas.
“Buku ini bisa menjadi salah satu rujukan dalam pelatihan guru PAUD di Jawa Tengah. Ini langkah konkret yang mendukung program pemerintah secara langsung,” tandasnya.
Kegiatan berlangsung partisipatif, diwarnai diskusi aktif antara peserta dan narasumber. Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama lintas sektor sebagai simbol dukungan terhadap gerakan pencegahan stunting berbasis pendidikan anak usia dini.
Melalui kegiatan ini, STAINU Purworejo menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga hadir sebagai motor perubahan sosial dengan pendekatan literasi, sinergi, dan aksi nyata.






