Loano – Suasana penuh semangat mewarnai Gedung MWC NU Loano pada Sabtu (26/4/2026) pagi, ketika PAC Fatayat NU Kecamatan Loano menggelar kajian fikih wanita bertema “Perspektif Islam tentang Perempuan dalam Karir dan Organisasi”. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 ini menghadirkan Ustadzah Ratna Ulfatul Fuadiyah, S.Th.I sebagai pemateri utama, dengan tujuan memperluas wawasan kader Fatayat mengenai peran perempuan dalam ruang publik maupun organisasi.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Ratna menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam adalah kemampuan mempengaruhi orang lain berdasarkan keadilan dan takwa. Ia menekankan kesetaraan perempuan di hadapan Allah SWT sebagaimana tertuang dalam QS At-Taubah ayat 71.

“Laki-laki dan perempuan saling memimpin dalam kebaikan. Islam memberi ruang kepemimpinan bagi perempuan, namun tetap harus bijak memahami perbedaan, fokus pada kompetensi, dan tidak melanggar koridor syari’at,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhaimin, Rois Syuriah MWC NU Loano KR Sholeh Charis, Ketua Tanfidziyah MWC NU Loano Kyai Ahmad Syukri, Pembina PAC Fatayat NU Loano Rr Nurul Komariyah, S.Sos., MAP, serta Ketua PAC Muslimat NU Loano Nyai Durrotul Qolbiyah.
Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi atas kiprah Fatayat NU Loano yang aktif memberikan pencerahan kepada kader perempuan. Ia juga menyinggung keberhasilan DPR RI mengesahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
“Mayoritas pekerja rumah tangga adalah perempuan. Dengan adanya UU ini, mereka kini mendapat perlindungan sosial yang layak. Ini bentuk keberpihakan negara terhadap perempuan,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PAC Fatayat NU Loano, Rr Nurul Komariyah, menekankan pentingnya peran kader perempuan sebagai agen perubahan.
“Selamat Harlah Fatayat NU ke-76. Semoga perjuangan kader semakin kokoh, manfaatnya semakin luas, dan mampu mencetak kader perempuan sebagai garda depan, bukan hanya aktivis organisasi, tetapi juga agen perubahan,” tegasnya.
Ketua PAC Muslimat NU Loano, Nyai Durrotul Qolbiyah, turut memberikan pesan agar kader Fatayat tetap menjaga identitas sebagai muslimah.
“Mudah-mudahan sahabat Fatayat dimanapun berada tetap menjadi pemimpin yang tidak meninggalkan nilai-nilai syariat Islam, dan terus aktif menambah wawasan serta kualitas diri,” ungkapnya.
Dengan rangkaian sambutan dan materi yang disampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Fatayat NU Loano untuk memperkuat kapasitas kader, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan peran perempuan dalam karir dan organisasi sesuai perspektif Islam.








