Menu

Mode Gelap
Pelepasan Siswa, Khotmil Qur’an, dan Pentas Seni Meriahkan Akhirussanah RA-MI Al Huda Karanggetas Momentum Muharram 1448 H, PAC Fatayat NU Loano Santuni 21 Anak Yatim dalam Selapanan Ahad Wage MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul Gelar Tahfidz Camp di Kebumen, Tanamkan Karakter Qur’ani dan Peduli Lingkungan PAC Muslimat NU Loano Gelar Santunan Muharram 1448 H, Bahagiakan Puluhan Anak Yatim Se-Kecamatan Selapanan MWCNU Gebang Pererat Silaturahmi Pengurus dan Warga, Bahas Gebang Bersholawat dan Program STAINU SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat Rayakan 10 Tahun Berdiri, Ribuan Jamaah Padati Halaman Sekolah

Berita

Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung

badge-check


					Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung Perbesar

PURWOREJO – Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Purworejo kembali menggelar Diskusi Kebudayaan Selapanan Setu-Pahingan bertajuk Tuladha #6 dengan tema “Living Heritage: Membaca Menoreh sebagai Tubuh Berlapis”. Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Pasareyan Eyang Lowo Ijo, Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, diikuti lebih dari 120 peserta dari masyarakat, pelajar, akademisi, pegiat budaya, hingga perwakilan Pemerintah Daerah, Sabtu 25/4/2026.

Diskusi dipandu sejarawan muda Purworejo, Bagas Pratyaksa Nuraga, dengan menghadirkan Lengkong Sanggar Ginaris (Arkeolog, Ketua TACB Purworejo) dan Fathul Wachid (Pamong Budaya Dindikbud Purworejo).

Salah satu sorotan utama adalah temuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berupa stamba atau “Watu Lonthong” di Dusun Semagung Wetan, yang diduga berasal dari era Mataram Kuno abad ke-8 hingga ke-10. Kondisinya dinilai memprihatinkan karena terancam gerusan sungai dan tertimpa material batu besar.

“Heritage harus dipahami sebagai sesuatu yang hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar moderator Bagas Pratyaksa.

Konsep living heritage ditegaskan sebagai upaya menghidupkan kembali nilai budaya agar tidak berhenti sebagai benda statis, melainkan menjadi sumber pembelajaran, identitas, dan potensi ekonomi masyarakat.

Kabid Kebudayaan Dindikbud Purworejo, Agung Setiyono, menyampaikan komitmen pemerintah untuk melakukan survei lanjutan dan menganggarkan penyelamatan stamba pada tahun mendatang.

“Kami juga akan mengusulkan Peraturan Daerah tentang Cagar Budaya pada tahun 2027 guna memperkuat payung hukum pelestarian,” jelasnya.

Ketua PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, menegaskan komitmen NU untuk mengawal hasil diskusi agar tidak berhenti pada wacana.

“Tuladha harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar forum diskusi. NU siap mendampingi masyarakat dalam menjaga warisan budaya,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon ficus di bantaran sungai sekitar lokasi acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelepasan Siswa, Khotmil Qur’an, dan Pentas Seni Meriahkan Akhirussanah RA-MI Al Huda Karanggetas

22 Juni 2026 - 22:50 WIB

Momentum Muharram 1448 H, PAC Fatayat NU Loano Santuni 21 Anak Yatim dalam Selapanan Ahad Wage

22 Juni 2026 - 22:43 WIB

MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul Gelar Tahfidz Camp di Kebumen, Tanamkan Karakter Qur’ani dan Peduli Lingkungan

22 Juni 2026 - 00:03 WIB

PAC Muslimat NU Loano Gelar Santunan Muharram 1448 H, Bahagiakan Puluhan Anak Yatim Se-Kecamatan

21 Juni 2026 - 19:51 WIB

Selapanan MWCNU Gebang Pererat Silaturahmi Pengurus dan Warga, Bahas Gebang Bersholawat dan Program STAINU

21 Juni 2026 - 19:32 WIB

SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat Rayakan 10 Tahun Berdiri, Ribuan Jamaah Padati Halaman Sekolah

21 Juni 2026 - 19:25 WIB

Trending di Berita