LOANO – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Loano menggelar Selapanan Rutin Ahad Wage yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dalam rangka memperingati bulan Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (21/6/2026) di Gedung MWC NU Loano tersebut dihadiri ratusan kader Fatayat NU dari berbagai ranting se-Kecamatan Loano.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada sesama. Sebanyak 21 anak yatim dari berbagai desa di Kecamatan Loano menerima santunan yang disalurkan oleh PAC Fatayat NU Loano.

Ketua PAC Fatayat NU Loano, Nyai Rr. Anis Chamidah Layla, mengajak seluruh kader menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H ini semoga menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, salah satunya menyantuni anak yatim. Alhamdulillah, tahun ini PAC Fatayat NU Loano dapat berbagi kebahagiaan dengan 21 anak yatim se-Kecamatan Loano,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Purworejo, Ifah Haryati, S.Pd. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya peran Fatayat NU dalam menjawab berbagai tantangan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, kader Fatayat NU harus mampu mewujudkan slogan organisasi, yakni “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia”, dengan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai bidang, mulai dari keagamaan, kesehatan, ekonomi hingga sosial.
“Kader Fatayat harus mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat. Peran Fatayat tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Nyai Durrotul Qolbiyah. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan berbagai amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram, seperti puasa sunnah, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, dan menyantuni anak yatim.
Ia menegaskan bahwa menyayangi dan memuliakan anak yatim merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain mendapatkan pahala berlipat, amalan tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap sesama.
Melalui kegiatan selapanan yang rutin dilaksanakan, PAC Fatayat NU Loano berharap dapat terus mempererat ukhuwah antarkader, meningkatkan wawasan keagamaan, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan organisasi, kemaslahatan umat, serta harapan agar seluruh kader Fatayat NU senantiasa istiqamah dalam berkhidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat.







