LOANO – Sekitar 2.000 warga Nahdliyin mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Loano bersama badan otonom (banom) NU di Gedung MWCNU Loano, Kabupaten Purworejo, Sabtu (17/10/2026) pagi. Dimulai pukul 07.00 WIB, kegiatan yang diberangkatkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Purworejo, Nur Huda, S.STP., M.M., ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan warga Nahdliyin, sejalan dengan tema HSN 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.”
Sejak pagi, suasana di sekitar Gedung MWCNU Loano tampak semarak dengan kehadiran ribuan peserta dari berbagai kalangan. Tak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Pemberangkatan peserta dilakukan oleh Nur Huda, S.STP., M.M., didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo, Rais Syuriyah MWCNU Loano Kiai R. Sholeh Charis, Ketua Tanfidziyah MWCNU Loano Kiai Ahmad Syukri, serta Ketua Panitia Hasim, S.H.
Ketua Panitia, Hasim, S.H., mengatakan bahwa jalan sehat tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk mempererat keakraban sekaligus memperkuat soliditas warga Nahdliyin.
“Jalan sehat ini menjadi salah satu kegiatan pemersatu untuk mempererat keakraban warga Nahdliyin. Harapannya, kita semakin solid, semakin kompak, dan semakin bersemangat dalam berkhidmah kepada NU,” ungkap Hasim.
Ia menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat peran santri sebagai generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berwawasan luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabag Kesra Kabupaten Purworejo, Nur Huda, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap penyelenggaraan jalan sehat tersebut. Ia mengaku bangga atas antusiasme warga dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional.
Menurutnya, santri perlu terus mengembangkan wawasan dan kapasitas diri agar mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan disiapkannya ratusan hadiah undian atau doorprize. Panitia menyediakan beragam hadiah menarik, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik, satu unit kulkas, dan satu unit mesin cuci, serta puluhan hadiah lainnya.
Beragam hadiah tersebut menambah antusiasme peserta. Meski demikian, nilai utama kegiatan ini bukan semata-mata terletak pada hadiah yang disediakan, melainkan pada terbangunnya kebersamaan dan eratnya persaudaraan warga Nahdliyin.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Loano bersama badan otonom NU berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan komitmen warga untuk terus berkhidmah kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.







