GEBANG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gebang, Kabupaten Purworejo, membahas sejumlah agenda strategis organisasi, mulai dari penguatan kemandirian ekonomi, pengelolaan aset wakaf, pengembangan pendidikan, hingga persiapan Konferensi MWCNU dan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi pengurus di Musala Assalam, Lugosobo, Ahad (11/10/2026).
Dalam bidang ekonomi, MWCNU Gebang mendorong gerakan melarisi atau mengutamakan belanja di unit usaha milik organisasi. Pengurus mengimbau jajaran organisasi dan warga Nahdliyin untuk berbelanja di NU Mart yang berlokasi di Mlaran sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kemandirian ekonomi NU.

Selain itu, pengurus membahas keberlanjutan pengurusan legalitas dan sertifikasi tanah wakaf yang menjadi aset NU. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kepastian hukum dan kebermanfaatan aset organisasi bagi kepentingan umat.
Di bidang pendidikan dan infrastruktur keagamaan, rakor membahas pematangan rencana pembangunan Masjid Hasyim Asy’ari di kompleks STAINU Purworejo. Pengurus juga merencanakan relokasi SMP Ma’arif NU Gebang ke wilayah Winong Kidul, yang direncanakan menempati area pondok pesantren yang diasuh Rais Syuriah MWCNU Gebang, Kiai Misbahuzain.
Rapat pleno koordinasi dipimpin Supriyanto, S.Sos. Dalam forum tersebut, Kiai Muhlil Mushola ditunjuk sebagai Ketua Panitia Konferensi MWCNU Gebang sebagai bagian dari persiapan pergantian kepengurusan di tingkat MWC.
Matangkan Peringatan Hari Santri
Selain membahas program kelembagaan, MWCNU Gebang merencanakan sejumlah kegiatan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026. Salah satunya adalah upacara bendera pada 22 Oktober yang akan dimeriahkan dengan parade Terbang Arab.
Pengurus juga menjadwalkan ziarah ke makam para mantan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Gebang sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu organisasi. Ziarah direncanakan berlangsung dalam dua tahap, yakni Jumat (16/10/2026) dan setelah pelaksanaan upacara Hari Santri pada 22 Oktober.
Bertepatan dengan pelaksanaan rakor di Lugosobo, pengurus mengawali rangkaian ziarah dengan mengunjungi makam almarhum Kiai Slamet Jupri, mantan Ketua Tanfidziyah MWCNU Gebang, di Makam Stono Duwur.
Perkuat Tradisi Spiritual
Rangkaian rakor diawali dengan pembacaan Mujahadah Nariyah yang dipimpin KH Towil Sulaiman, dilanjutkan dengan Mujahadah MWCNU yang dipimpin KH Mustajiburohman.
Rais Syuriah MWCNU Gebang, Kiai Misbahuzain, kemudian menyampaikan mauidhotul hasanah mengenai delapan syarat sah shalat melalui syair berbahasa Jawa. Materi tersebut mencakup kesucian dari hadas dan najis, menutup aurat, menghadap kiblat, masuk waktu shalat, mengetahui kefarduan shalat, tidak mengubah ketentuan fardu menjadi sunah, serta menghindari perkara yang membatalkan shalat.
Pada akhir tausiyah, Kiai Misbahuzain juga menyampaikan ijazah amalan doa, yakni “Alhamdulillahi ‘ala ni’matil iman.”
Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Musala Assalam selesai, para peserta melanjutkan silaturahmi melalui ramah tamah di kediaman Kiai Ashari, Rais Syuriah Ranting NU Lugosobo, yang berada di samping musala.
Rakor tersebut menjadi forum koordinasi bagi MWCNU Gebang untuk membahas keberlanjutan program organisasi, mulai dari penguatan ekonomi, pengelolaan aset wakaf, pengembangan pendidikan, hingga konsolidasi kepengurusan dan pelaksanaan kegiatan keagamaan.







