PURWOREJO — Semangat membangun kemandirian ekonomi umat terus diwujudkan oleh kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya tampak dalam persiapan Hari Nasional UMKM (Harnas UMKM) ke-11 Kabupaten Purworejo, yang akan dimeriahkan melalui Kutoarjo Pride Festival pada Kamis, 20 Agustus 2026 mendatang. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Kabupaten Purworejo, Nur Riyanto, dipercaya menjadi Ketua Panitia festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harnas UMKM tersebut.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Hari Nasional UMKM ke-11 Kabupaten Purworejo yang digelar di Aula Wirausaha Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo, Rabu (29/7/2026). Rapat dihadiri oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana Pengembangan Perdagangan (SP3) Dinas KUKMP, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro (KUM), serta jajaran panitia pelaksana Harnas UMKM.

Kutoarjo Pride Festival merupakan hasil kolaborasi Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, dan Forum UMKM dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo. Festival ini dirancang sebagai ruang promosi produk UMKM sekaligus wadah pelestarian budaya lokal dan penguatan kepedulian terhadap lingkungan.
Nur Riyanto, yang juga menjabat Ketua Forum UMKM Kecamatan Kutoarjo, mengatakan bahwa festival tahun ini mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui perpaduan budaya, kreativitas, dan ekonomi kerakyatan.
“Melalui Kutoarjo Pride Festival, kami ingin menghadirkan ruang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaiknya. Festival ini bukan sekadar ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi media pelestarian seni tradisi, pengembangan kreativitas berbasis alam, serta edukasi lingkungan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai pengurus LPNU PCNU Purworejo, Nur Riyanto menilai penguatan UMKM merupakan bagian dari ikhtiar membangun kemandirian ekonomi umat, sejalan dengan misi Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, ekonomi umat akan tumbuh kuat apabila dibangun dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan keberpihakan kepada pelaku usaha kecil.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Ketika pelaku usaha kecil semakin mandiri, maka kesejahteraan masyarakat juga akan semakin kuat. Karena itu, kami ingin Kutoarjo Pride Festival menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Semangat tersebut selaras dengan perhatian LPNU PCNU Purworejo dalam mendorong lahirnya ekosistem ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Melalui sinergi dengan pemerintah, komunitas UMKM, dan berbagai elemen masyarakat, LPNU terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal sebagai bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama kepada masyarakat.
Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Dr. Hesti Tespati SR., M.Par., juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Forum UMKM kecamatan bersama pemerintah daerah agar peringatan Harnas UMKM ke-11 mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Purworejo.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan Kutoarjo Pride Festival, di antaranya lomba menganyam, lomba ecoprint bagi pelajar SD hingga SMA/sederajat, lomba gunungan hasil bumi yang diikuti ibu-ibu PKK perwakilan dari 16 kecamatan, serta edukasi pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pemanfaatan limbah organik menjadi produk multiguna yang ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Purworejo, Forum UMKM, dan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader-kader Nahdlatul Ulama yang aktif di bidang pemberdayaan ekonomi, Harnas UMKM ke-11 diharapkan menjadi momentum memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas jejaring ekonomi kerakyatan. Bagi LPNU PCNU Purworejo, penguatan UMKM bukan hanya tentang peningkatan produktivitas usaha, tetapi juga ikhtiar menghadirkan kemaslahatan melalui kemandirian ekonomi umat, sehingga pelaku UMKM semakin tangguh, mandiri, dan mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.







