Menu

Mode Gelap
Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor Hadiri Muktamar Petani Nahdliyin, LPP PCNU Purworejo Bawa Suara Kedaulatan Petani ke PBNU MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi, Bahas Bahsul Masail hingga Percepatan Sertifikasi Wakaf LAZISNU PCNU Purworejo Bantu Korban Kebakaran Rumah di Wonotulus Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran

Berita

Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor

badge-check


					Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor Perbesar

PURWOREJO, – Ketua PCNU Purworejo KH Muhammad Haekal, S.Pd.I., menegaskan pentingnya menjaga dan meneruskan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngaji Aswaja dan Doa untuk Bangsa yang digelar Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor PC GP Ansor Purworejo bersama PAC GP Ansor Gebang di Alun-Alun Gebang, Kamis (13/8/2026) malam.

KH Muhammad Haekal menjelaskan, NU lahir dengan semangat meneruskan dan menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diwariskan para ulama dan leluhur bangsa, termasuk melalui perjuangan para Wali Songo.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah NU penting bagi kader dan warga Nahdliyin. Dengan memahami akar perjuangan para pendahulu, generasi saat ini diharapkan mampu meneruskan nilai perjuangan dan khidmah yang telah diwariskan.

Dalam kajiannya, KH Muhammad Haekal juga mengulas sejarah pergerakan nasional serta peran ulama dalam membangun persatuan umat. Ia menyebut gagasan KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Abdul Halim Majalengka sebagai bagian dari ikhtiar para ulama dalam menyatukan kekuatan umat untuk memperjuangkan kemerdekaan dan membebaskan Nusantara dari penjajahan.

“NU didirikan untuk meneruskan akidah Ahlussunnah wal Jamaah warisan para ulama. Karena itu, generasi NU hari ini harus memahami sejarah perjuangan para pendahulu dan melanjutkan semangat khidmah mereka,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan diikuti jamaah dari berbagai unsur. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Gus Arif Rifai dari Redin, kemudian dilanjutkan doa yang dipimpin Gus Afrizal Umam.

Setelah itu, jamaah mengikuti Ngaji Aswaja yang disampaikan Gus Rizal Mufasikh. Dalam kajian fikih, ia membahas syarat-syarat wajib salat sebagai salah satu fondasi penting dalam pelaksanaan ibadah seorang muslim.

Selain penguatan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., mengajak jamaah menyikapi dinamika global secara bijaksana dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga ketenangan serta kondusivitas kehidupan di daerah.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Purworejo, Gus H. M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd., mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat khidmah kepada para kiai dan NU. Ia juga memohon doa dan restu agar kader Ansor senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankan amanah organisasi.

“Semoga seluruh kader Ansor senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam berkhidmah kepada para kiai dan NU,” pesannya.

Pesan spiritual turut disampaikan Gus Sabit, Pengurus Wilayah MDS Rijalul Ansor Jawa Tengah. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah berputus asa dalam menghadapi himpitan ekonomi maupun berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, memperbanyak selawat dan menyebut nama Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ikhtiar spiritual untuk memperoleh ketenangan, keberkahan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Kegiatan Ngaji Aswaja dan Doa untuk Bangsa tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat akidah Aswaja, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan semangat khidmah kader Ansor dan warga Nahdliyin dalam menjaga tradisi keislaman dan keutuhan bangsa. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Muktamar Petani Nahdliyin, LPP PCNU Purworejo Bawa Suara Kedaulatan Petani ke PBNU

11 Agustus 2026 - 07:40 WIB

MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi, Bahas Bahsul Masail hingga Percepatan Sertifikasi Wakaf

10 Agustus 2026 - 19:08 WIB

LAZISNU PCNU Purworejo Bantu Korban Kebakaran Rumah di Wonotulus

10 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses

6 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran

3 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Ketua MWCNU Purwodadi Tekankan Tiga Kunci Khidmat Muslimat NU: Ngaji, Ngopi, dan Ngader

3 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Berita