PURWOREJO – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purworejo menetapkan KH Muslih Assoedalani sebagai Rais Syuriyah dan K.R. Naufal Abdillah Al-Hafidz sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Purworejo Masa Khidmah 2026-2031. Penetapan berlangsung dalam sidang konferensi yang digelar di Pondok Pesantren Nahjatul Munadhirin, Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Jumat (31/7/2026).
Penetapan Rais Syuriyah dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Forum AHWA beranggotakan lima kiai, yakni KH Muslih Assoedalani, KH Jazim Hamidi, KH Daeroni, KH Musyawarin, dan KH Soleh Parino. Setelah melalui musyawarah, forum AHWA secara mufakat menetapkan KH Muslih Assoedalani sebagai Rais Syuriyah MWCNU Purworejo.

Sementara itu, K.R. Naufal Abdillah Al-Hafidz terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah secara aklamasi melalui musyawarah mufakat peserta konferensi.
Konferensi diikuti oleh para delegasi dan perwakilan ranting Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Purworejo. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purworejo, badan otonom (Banom) NU, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Purworejo, Khusairi AB, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru MWCNU Purworejo. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan meningkatkan berbagai capaian organisasi, termasuk mewujudkan gedung MWCNU yang representatif sebagai pusat pelayanan dan aktivitas warga Nahdliyin. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Purworejo.
Sementara itu, Ketua PCNU Purworejo, H. Muhammad Haekal, S.Pd.I., menyampaikan lima pesan kepada para pengurus yang akan mengemban amanah organisasi. Menurutnya, pengurus NU harus memiliki niat yang lurus dalam berkhidmah, bersedia meluangkan waktu di tengah berbagai kesibukan, tidak mudah mengeluh dalam menjalankan amanah, rela berkorban demi kemajuan organisasi, serta siap berangkat dan total mengabdikan diri untuk Nahdlatul Ulama.
Usai ditetapkan, KH Muslih Assoedalani dan K.R. Naufal Abdillah Al-Hafidz menyatakan kesiapan mereka untuk mengemban amanah kepemimpinan MWCNU Purworejo selama lima tahun ke depan. Keduanya berkomitmen memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta mempererat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Purworejo.
Konferensi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan musyawarah tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan. Dengan kepemimpinan baru, MWCNU Purworejo diharapkan semakin solid dalam menjalankan program-program keumatan, memperkuat pelayanan kepada warga Nahdliyin, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Kontributor: Latief Akhadi
Editor: Hardy







