Menu

Mode Gelap
Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027 Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

Berita

Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

badge-check


					Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Perbesar

PURWOREJO – Di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif dalam pendidikan, media, dan dunia kerja, kemampuan komunikasi interpersonal justru dinilai sebagai kompetensi yang semakin bernilai.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Workshop Internasional yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo pada Senin (20/7/2026). Mengusung tema The Future of Public Speaking: Communication Strategies in the Age of Artificial Intelligence, kegiatan ini membahas strategi komunikasi yang adaptif di era kecerdasan buatan.

Para narasumber menegaskan bahwa public speaking tidak akan tergantikan oleh AI. Teknologi justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat efektivitas penyampaian pesan agar lebih tepat sasaran, etis, dan berdampak.

Workshop yang berlangsung di Auditorium KH. Nawawi Shiddieq ini diselenggarakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan menghadirkan empat narasumber, yakni Rektor IAI An-Nawawi Purworejo Hj. Khoirun Nisa, M.S.I., sebagai keynote speaker, Jina Choi, M.A., Instructor on Peace Education asal Korea Selatan, A’yun Masfupah, M.Sos., dosen tetap Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI An-Nawawi Purworejo, serta Ganis Pramudito, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purworejo.

Kehadiran pemateri dari Korea Selatan memberikan perspektif global mengenai komunikasi di era digital. Sementara itu, narasumber dari unsur pemerintah dan akademisi mengulas implementasi strategi komunikasi di ruang publik maupun dunia pendidikan.

Workshop diikuti oleh mahasiswa, dosen, praktisi komunikasi, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Dalam sambutannya, Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Khoirun Nisa, M.S.I., menyampaikan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Gemini, dan berbagai platform lainnya, kemampuan public speaking justru semakin relevan.

“Yang langka saat ini bukan komunikasi. Yang paling dibutuhkan adalah kepercayaan. Sementara AI tidak memiliki kapasitas untuk membangun kepercayaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inti dari public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan integritas yang dibawa seorang komunikator.

“Ketika seseorang berbicara di depan publik, yang dinilai bukan hanya kemampuan berbicara. Namun integritas dan kepercayaan yang ia bawa,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAI An-Nawawi Purworejo, Akhmad Muhaini, S.H.I., M.S.I., menilai tema Masa Depan Public Speaking: Strategi Komunikasi di Era AI sangat relevan dengan kondisi perkembangan zaman saat ini.

“Di tengah masifnya penggunaan AI di berbagai lini kehidupan, bahkan hingga ke ranah akademik seperti pembuatan makalah dan video, ada banyak hal yang tidak dapat dikerjakan oleh AI,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan, empati, keikhlasan, serta nilai-nilai kemanusiaan tidak dapat digantikan oleh teknologi. Terlebih lagi, nilai tauhid dan kepercayaan merupakan fondasi penting dalam dakwah dan komunikasi.

Ia berharap lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam mampu menjadi dai, penyiar, presenter, moderator, humas, maupun pemimpin yang efektif dalam berkomunikasi di tengah masyarakat.

“Semoga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan di masyarakat,” pungkasnya.

FDK IAI An-Nawawi Purworejo berharap workshop ini dapat membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang adaptif, kritis, dan berkarakter di tengah perkembangan teknologi.

Workshop ini menegaskan bahwa AI merupakan alat yang dapat memperkuat proses komunikasi, tetapi tidak mampu menggantikan kepercayaan, empati, dan integritas yang menjadi fondasi utama seorang komunikator.

Kontributor: Muhammad Syafi’i
Editor: Hardy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin

19 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat

13 Juli 2026 - 18:48 WIB

Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo

13 Juli 2026 - 18:37 WIB

PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027

13 Juli 2026 - 17:43 WIB

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

12 Juli 2026 - 00:06 WIB

Gelar Sambang Pesantren, RMI PWNU Jateng Gandeng RMI PCNU Purworejo Luncurkan Gerakan Pesantrenku Aman dan Standardisasi Pola Asuh

11 Juli 2026 - 23:37 WIB

Trending di Berita