Dalam sambutannya, perwakilan MWCNU Grabag, KH Muslihudin, menegaskan pentingnya khidmah di Nahdlatul Ulama. Ia menyampaikan bahwa dari 32 ranting NU di Kecamatan Grabag, saat ini telah terbentuk 28 ranting dan berharap empat ranting yang belum terbentuk dapat segera menyusul.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Grabag, Paryoto, yang hadir mewakili pemerintah kecamatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini mampu meningkatkan ketakwaan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Menjelang acara inti, Sahabat Muhtarom dari Banser Satkoryon Grabag membacakan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin semarak saat grup sholawat Santri Kendil Purworejo tampil menghibur jamaah dengan perpaduan musik sholawat bernuansa modern.
Puncak acara diisi tausiyah oleh KH Achmad Chalwani Nawawi, Rais ‘Ali JATMAN sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo. Di hadapan sekitar 7.000 jamaah yang mayoritas kaum ibu, beliau mengingatkan pentingnya istiqamah menghadiri majelis ilmu.
“Jika selama 40 hari seseorang tidak hadir di majelis ilmu, maka hatinya akan mati dan menjadi mudah melakukan dosa-dosa besar,” pesan KH Achmad Chalwani Nawawi.







