Menu

Mode Gelap
MWCNU Gebang Hadiri Maulid Nabi di Pakem Krajan, KH Duri Ashari Kupas Filosofi Gerakan Shalat Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor Hadiri Muktamar Petani Nahdliyin, LPP PCNU Purworejo Bawa Suara Kedaulatan Petani ke PBNU MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi, Bahas Bahsul Masail hingga Percepatan Sertifikasi Wakaf LAZISNU PCNU Purworejo Bantu Korban Kebakaran Rumah di Wonotulus Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses

Berita

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PRNU Desa Bener Gelar Pengajian Akbar dan Santunan Lewat Koin NU

badge-check


					mauidhoh hasanah oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dari Magelang. Perbesar

mauidhoh hasanah oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dari Magelang.

BENER – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bener bersama seluruh badan otonom NU setempat menggelar pengajian akbar dan doa bersama untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Desa Bener, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Senin malam (22/6/2026) itu mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit dengan Shalawat dan Doa, Membuka Lembaran Baru dengan Iman dan Taqwa.”

Suasana religius dan khidmat terasa sejak awal acara. Lantunan selawat dari Grup Hadroh Syifaul Qulub asal Purworejo mengiringi kehadiran ribuan jamaah yang memadati lokasi sejak pukul 19.30 WIB hingga acara selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH Muhammad Haekal, S.Pd.I. beserta jajaran pengurus, Ketua MWC NU Kecamatan Bener Ahmad Fadhil, pengurus dan banom MWC NU Bener, serta unsur Forkopimcam. Hadir pula Camat Bener Bambang Surtianto, S.Si., M.Acc., Kapolsek dan Danramil Bener, serta Kepala Desa Bener Khabib Sholeh bersama perangkat desa.

Ketua Panitia K. Najmudin mengatakan pengajian akbar ini digelar untuk mensyiarkan Islam ala Nahdlatul Ulama dengan menyebarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Pada kesempatan itu, panitia juga menyalurkan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan 30 anak usia SD/MI dari keluarga tidak mampu di Desa Bener.

“Santunan ini bersumber dari hasil pentasyarufan dan gerakan Koin NU yang mandiri dijalankan oleh jamaah. Ke depan, kami berencana mengembangkan program ini untuk menyantuni santri-santri asal Desa Bener yang saat ini sedang menimba ilmu di berbagai pondok pesantren,” kata K. Najmudin.

Sekretaris PCNU Purworejo sekaligus panitia kegiatan, M. Churdaini, S.Pd.I., M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan gerakan NU di tingkat desa. Ia menyebut kolaborasi antara ranting NU, seluruh banom, dan Pemerintah Desa Bener berjalan penuh dan solid.

Dalam sambutan pembuka, panitia yang diwakili K. Fatkhanudin menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu serta apresiasi kepada para donatur, panitia, dan para petugas penarik Koin NU yang menjadi penggerak utama santunan tersebut.

Camat Bener Bambang Surtianto dalam sambutannya mengingatkan warga untuk menjaga keamanan lingkungan dan kebersihan, sekaligus menyambut baik petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang tengah melakukan survei lapangan. Ia juga menyampaikan kabar baik bahwa saat ini sudah tidak ada lagi warga dengan status miskin ekstrem di Kecamatan Bener.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH Muhammad Haekal mengapresiasi kemandirian PRNU Desa Bener yang mampu menjalankan program organisasi melalui optimalisasi gerakan Koin NU.

Puncak acara diisi mauidhoh hasanah oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dari Magelang. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga penanggalan Hijriah sebagai sarana syiar Islam agar generasi muda tidak kehilangan identitas keislamannya.

“Di zaman akhir ini, jangan sampai Islam hanya tinggal namanya saja, bahkan kalendernya sendiri tidak tahu. Syiar lewat momentum Muharram ini penting untuk menguatkan keislaman dan aqidah anak-anak muda kita,” tutur Gus Yusuf.

Ia juga mengingatkan pentingnya takzim kepada guru sebagai kunci keberkahan ilmu. Menurutnya, ridha Allah SWT juga bergantung pada ridha guru.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keberkahan daerah, dan kemaslahatan umat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MWCNU Gebang Hadiri Maulid Nabi di Pakem Krajan, KH Duri Ashari Kupas Filosofi Gerakan Shalat

16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor

14 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Hadiri Muktamar Petani Nahdliyin, LPP PCNU Purworejo Bawa Suara Kedaulatan Petani ke PBNU

11 Agustus 2026 - 07:40 WIB

MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi, Bahas Bahsul Masail hingga Percepatan Sertifikasi Wakaf

10 Agustus 2026 - 19:08 WIB

LAZISNU PCNU Purworejo Bantu Korban Kebakaran Rumah di Wonotulus

10 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses

6 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Trending di Berita