Menu ✖

Mode Gelap
PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026 Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat 2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Berita

Tingkatkan Moderasi Beragama, STAINU Purworejo Gelar Bedah Buku dan Sarasehan

badge-check


					Ketua STAINU Purworejo, M. Nasir saat menerima buku. Dok (Mahmudah/Warta Nahdliyyin) Perbesar

Ketua STAINU Purworejo, M. Nasir saat menerima buku. Dok (Mahmudah/Warta Nahdliyyin)

Purworejo, nupurworejo.com – STAINU Purworejo bedah buku dan sarasehan moderasi beragama, diselenggarakan atas kerjasama dengan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI. Di Ruang Auditorium Kampus, Selasa (12/7).

Kegiatan tersebut mengambil tema “internalisasi nilai moderasi beragama secara holistik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat”, dalam hal ini dihadiri oleh badan puslitbang Bimas Agama Balitbang Diklat Kementerian Agama RI (Rizki Riyadu Taufik S. Th.I, MA).

Turut hadir para narasumber sarasehan, banom NU Kabupaten Purworejo, penyuluh agama Purworejo, Pengurus PCNU beserta lembaga dan banomnya, Bupati (diwakilkan), perwakilan Polres, Kodim 0708 Purworejo.

Badan puslitbang Bimas Agama Balitbang Diklat Kementerian Agama RI Rizki Riyadu Taufik menambahkan bahwa moderasi beragama merupakan produk asli dari kami yang terbit pd thn 2019, dengan bangga Bapak Jokowi dijadikan sebagai RPJMN.

“Rencana pembangunan jangka menengah, seluruh lembaga negara yang ada di Indonesia, seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Indonesia wajib menyertakan program-program moderasi beragama,” bebernya.

Sarasehan moderasi beragama di bawakan oleh dosen abdul aziz selaku moderator. Narasumbernya yaitu Dr. M. Mibtadin, S.Fil.I, M.Si, Rr. Nurul Komariyah, S.Sos, M.Ap dan Dr. M. Djamal, M.Pd.

Dalam penyampaiannya, Dr. M. Mibtadin mengatakan, beragama itu harus keras pada diri kita dan lembut pada orang lain. “Artinya kita harus berjuang dengan kekuatan dan arus bersungguh2 demi memperjuangkan agama kita,” ucap Dr. M. Mibtadin, S.Fik.I, M.Si.

Kontributor: Mahmudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi

25 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026

25 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani

25 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat

22 Oktober 2026 - 19:02 WIB

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di Berita