Menu

Mode Gelap
Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027 Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

Berita

Tuladha #3 Lesbumi PCNU Purworejo, Diskusikan Gamelan sebagai Bahasa Kebudayaan

badge-check


					Tuladha #3 Lesbumi PCNU Purworejo, Diskusikan Gamelan sebagai Bahasa Kebudayaan Perbesar

Purworejo, Warta Nahdliyyin – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Purworejo kembali menggelar Selapanan Setu Pahingan bertajuk “Tuladha”, Jumat malam, 5 Desember 2025, di Pendopo Balai Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen. Pada putaran ketiga ini, tema yang diangkat adalah “Gamelan: Bunyi sebagai Bahasa Kebudayaan.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber pemerhati karawitan Suparyono serta Iga Wahyu Cita Dewi, S.Sn, dengan Gigih Tatabuana Surya, S.Sn, etnomusikolog Lesbumi PCNU Purworejo, sebagai moderator.

Dalam paparannya, Suparyono menjelaskan sejarah gamelan yang telah ada sejak masa pra-Islam dan kemudian diakulturasi oleh para wali sehingga menjadi media dakwah yang sarat nilai-nilai keislaman. Iga Wahyu Cita Dewi turut menyoroti dinamika karawitan masa kini yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama tantangan dalam menarik minat generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budaya tradisi.

Sementara itu, pegiat budaya, Wagino menyampaikan apresiasinya terhadap program Tuladha yang selalu dihadiri audiens lintas kepercayaan dalam setiap gelarannya, tidak hanya dari kalangan nahdliyyin atau muslimin saja. Ia berharap, Tuladha mampu menjadi ruang bersama dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya sekaligus media silaturahmi yang menunjukkan tinggi­nya semangat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Purworejo.

Selain sesi diskusi, Tuladha putaran ketiga ini turut dimeriahkan penampilan Soyar Maole dan karawitan Gongso Buono yang menghadirkan nuansa musikal khas budaya Jawa.

Melalui program Tuladha, Lesbumi PCNU Purworejo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap pelestarian seni budaya berbasis pemberdayaan masyarakat. Lesbumi menegaskan bahwa masyarakat adalah ujung tombak dalam menjaga kebudayaan dan kearifan lokal, karena dengan kesadaran masyarakat akan urgensi pelestarian budaya, masyarakat akan lebih peka pula terhadap persoalan sosial yang muncul.

Dari gamelan, kita belajar tentang keserasian antarinstrumen yang mampu menciptakan lantunan yang harmoni. Demikian pula ketika kita memahami kebudayaan dan dinamikanya di masyarakat, akan mampu membawa kita pada kesadaran akan keserasian lingkungan hidup.

Kegiatan ditutup dengan pesan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Haekal, S.Pd.I. yang menegaskan makna spiritual gamelan: “Di dalam gamelan ada harmoni. Satu sama lain saling memuji, tidak ada yang merasa tersaingi. Semua menuju penghambaan kepada Ilahi.”

Tim LTN PCNU Purworejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

21 Juli 2026 - 01:24 WIB

Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin

19 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat

13 Juli 2026 - 18:48 WIB

Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo

13 Juli 2026 - 18:37 WIB

PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027

13 Juli 2026 - 17:43 WIB

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

12 Juli 2026 - 00:06 WIB

Trending di Berita