Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Keislaman

Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci

badge-check


					Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam. Perbesar

Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam.

Musim haji tahun 2019 menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi banyak jamaah Indonesia. Pada Selasa, 6 Agustus 2019, umat Islam kehilangan seorang ulama kharismatik, Mustasyar PBNU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Syaikhona KH Maimoen Zubair, yang wafat di Makkah Al-Mukarramah saat menunaikan ibadah haji.

Jenazah ulama yang akrab disapa Mbah Moen tersebut dimakamkan di kompleks pemakaman Jannatul Ma’la, salah satu pemakaman bersejarah di Kota Makkah yang juga menjadi tempat peristirahatan banyak keluarga Rasulullah SAW, sahabat, dan para ulama besar.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan pelayat dari berbagai negara, khususnya jamaah haji asal Indonesia. Suasana haru menyelimuti perjalanan terakhir ulama yang dikenal sebagai guru bangsa dan panutan warga Nahdlatul Ulama tersebut.

Dalam dokumentasi bersejarah ini tampak KH Muhammad Haekal, yang saat itu turut berada di Tanah Suci, ikut mengangkat keranda jenazah Syaikhona Mbah Moen menuju pemakaman Jannatul Ma’la. Beliau terlihat mengenakan peci hitam di bagian tengah bawah keranda bersama para pelayat lainnya yang berebut mendapatkan kehormatan mengantarkan jenazah sang ulama.

“Niku kulo ingkang ngagem peci ireng wonten tengah keranda. Musim Haji 2019, nalika ngiring ngangkat lan nglantaraken jenazah Syaikhona Mbah Moen dhateng Jannatul Ma’la,” kenang KH Muhammad Haekal.

Bagi warga Nahdliyin, wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair bukan sekadar kehilangan seorang ulama besar, melainkan juga kehilangan sosok guru yang istiqamah membimbing umat dengan ilmu, hikmah, dan keteladanan. Namun, warisan keilmuan, nasihat, serta perjuangan beliau akan terus hidup dan menjadi penerang bagi generasi penerus.

Al-Fatihah untuk Syaikhona KH Maimoen Zubair. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan menempatkan beliau di tempat terbaik bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Berita