Menu

Mode Gelap
Meriah dan Penuh Haru, TK Masyithoh Lugosobo Lepas 36 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026 Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng SMP VIP Kemiri Gandeng MI Imam Puro Dlangu, Perkuat Sinergi Pendidikan Ma’arif NU Masjid Nurul Haq Bagelen Gelar Kegiatan Sosial, Warga Antusias Hadiri Bazar dan Pembagian Daging Kurban MWCNU Butuh Siap Gelar Pengajian Selapanan Ahad Pon di Masjid Salafiyah Wareng Misdiyono, Kader NU Penganyam Bambu dari Purworejo yang Menembus Pasar Nasional hingga Mancanegara

Berita

Waketum PBNU Ingatkan Banyak Aliran Mengklaim Aswaja

badge-check


					Waketum PBNU Ingatkan Banyak Aliran Mengklaim Aswaja Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Meskipun sejak awal berdirinya Nahdlatul Ulama telah menyepakati bahwa aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) menjadi ideologi gerakannya, namun belakangan lahir kelompok-kelompok baru yang juga mengklaim sebagai Aswaja. Jika tidak hati-hati mengidentifikasinya, jamaah Nahdlatul Ulama akan terkecoh dan bergabung dengan gerakan mereka.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PBNU Bidang Keagamaan dan Sosial, KH Zulfa Musthofa saat memberikan paparan materi pada kegiatan Halaqoh Aswaja sekaligus meninjau gedung PCNU Kabupaten Purworejo di Jln KH Zarkasyi Kelurahan Lugosobo yang baru saja selesai dibangun, Selasa (8/3).

KH Zulfa menyinggung bahwa kelompok-kelompok yang kerap mengklaim gerakan mereka sebagai gerakan aswaja diantaranya salafi, wahabi dan beberapa kelompok lainnya. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara aswaja yang mereka perjuangkan dengan aswaja di bawah jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Yang paling mendasar adalah aswaja kita adalah aswaja An-Nahdliyah yang memiliki komitmen besar terhadap nilai-nilai kebangsaan, menghargai budaya, lemah lembut serta memegang prinsip, tasawuh, tawazun, tawasuth dan i’tidal dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi,” katanya.

Disampaikannya, komitmen kebangsaan ini merupakan pembeda yang menjadi garis tegas antara aswaja Annahdliyah dengan yang lainnya. “Aswaja kita harus memiliki komitmen kebangsaan yang baik,” tandasnya.

Meghargai budaya lokal, sambung KH Zulfa adalah tentang cara berdakwah yang mengedepankan kelembutan dengan tidak menabrak budaya yang sudah mengakar di masyarakat. Keberadaan budaya lokal yang sudah ada, justru menjadi sarana agar dakwahnya semakin diterima oleh masyarakat. “Yang tidak kalah penting adalah Aswaja An-Nahdliyah senantiasa mementingkan esensi daripada casingnya,” katanya.

Kegiatan halaqoh aswaja serta kunjungan tersebut tersebut tampak dihadiri oleh Ketua MUI Purworejo sekaligus Wakil Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH Hamid AK, Ketua Tanfidziah PCNU Purworejo KH Drs Farid Solihin M MPd serta perwakilan lembaga dan Banom NU.

Pada bagian lain, KH Zulfa Musthofa mengatkan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang besar dan akan berkembang diseluruh belahan dunia. “Bahkan NU hari ini memposisikan diri untuk menjadi solusi bagi problem-problem yang dihadapi dunia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Purworejo, KH. Habib Soleh mengatakan, tujuan diadakannya acara ini untuk menambah wawasan tentang Ahlusunah Wal Jama’ah bagi keluarga besar NU Purworejo.

“Kunjungan PBNU ini sangat bermanfaat dan ditunggu-tunggu, karena menghadirkan orang PBNU waktunya sangat susah. Alhamdulillah, hari ini KH Zulfa Musthofa bisa mengisi materi Halaqoh Aswaja di PCNU Purworejo,” katanya.

Editor: Lukman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Meriah dan Penuh Haru, TK Masyithoh Lugosobo Lepas 36 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

31 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng

30 Mei 2026 - 23:18 WIB

SMP VIP Kemiri Gandeng MI Imam Puro Dlangu, Perkuat Sinergi Pendidikan Ma’arif NU

30 Mei 2026 - 22:47 WIB

Masjid Nurul Haq Bagelen Gelar Kegiatan Sosial, Warga Antusias Hadiri Bazar dan Pembagian Daging Kurban

30 Mei 2026 - 18:07 WIB

MWCNU Butuh Siap Gelar Pengajian Selapanan Ahad Pon di Masjid Salafiyah Wareng

29 Mei 2026 - 00:08 WIB

Misdiyono, Kader NU Penganyam Bambu dari Purworejo yang Menembus Pasar Nasional hingga Mancanegara

28 Mei 2026 - 23:39 WIB

Trending di Berita