PITURUH – MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul sukses menggelar kegiatan purna siswa untuk kelas VI pada Minggu (24/4/2024). Sebanyak 92 siswa mengikuti prosesi pelepasan ini sebagai bentuk penghargaan atas selesainya masa belajar mereka di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini dihadiri oleh para tokoh pendidikan, wali murid, serta Pengawas Madrasah, KH Muhammad Arwani, S.Ag., M.A.
Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Arwani tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga menyampaikan tausiah yang sarat akan nilai historis dan edukatif mengenai eksistensi madrasah. Beliau menjelaskan bahwa madrasah memiliki sejarah yang berbeda dengan sekolah umum karena lahir dari rahim pesantren dengan tujuan utama membentuk generasi yang shalih dan shalihah.

Lebih lanjut, KH Muhammad Arwani menuturkan bahwa akar historis madrasah dapat ditelusuri hingga masa Rasulullah SAW melalui keberadaan “Shuffah”, yaitu area serambi di sekitar rumah Nabi yang menjadi tempat tinggal dan pembelajaran para sahabat Muhajirin. Para penghuni Shuffah inilah yang dikenal sebagai cikal bakal tradisi pendidikan berbasis pesantren. Beliau juga mengaitkan istilah “sufi” dengan kesederhanaan para penghuni Shuffah yang kerap mengenakan pakaian dari bulu domba kasar sebagai simbol ketawadhuan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi embrio sistem pendidikan pesantren, yang dalam perjalanannya di Nusantara, beradaptasi dengan memadukan sistem cantrik dari budaya lokal. Di akhir tausiahnya, beliau menekankan pentingnya kemandirian sebagai ruh utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.
Suasana acara semakin meriah dengan berbagai penampilan bakat dari para siswa. Panggung purna siswa diwarnai oleh parade pidato empat bahasa, pertunjukan pencak silat, tari Kencana Wingka, hingga pementasan drama teater berjudul “Klenting Kuning”. Penampilan-penampilan tersebut sukses memukau dan mendapat apresiasi hangat dari tamu undangan serta wali murid yang hadir. Sebagai bentuk motivasi atas capaian selama menempuh pendidikan, madrasah juga menyerahkan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Penghargaan khusus pun diberikan kepada siswa yang berhasil meraih nilai sempurna (100) pada ujian madrasah sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras mereka.
Kepala MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul, Ibu Yuliana, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam. Beliau berharap agar para lulusan tidak cepat puas dan bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Tetaplah menjaga akhlak, ilmu, dan karakter Islami yang telah diajarkan di madrasah ini dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ibu Yuliana.
Senada dengan Kepala Madrasah, Bapak Zuhro selaku Pembina Madrasah juga memberikan pesan mendalam kepada para alumni. Beliau mengingatkan bahwa status sebagai alumni membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater. “Sebagai alumni, kalian adalah cerminan dari MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul. Jagalah akhlak, integritas, dan nama baik lembaga ini dalam setiap langkah yang kalian ambil di masa depan,” tegas Bapak Zuhro.
Kegiatan purna siswa ini berjalan dengan lancar dan penuh keharuan, sekaligus menjadi marka penting dalam perjalanan akademik dan spiritual para siswa kelas VI MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul.







