Menu

Mode Gelap
Dari Desa untuk Kemandirian: Ikhtiar LAZISNU Purworejo Menumbuhkan Harapan Warga Kedungloteng PCNU Purworejo Berangkatkan Kader Muda Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi Se-Kedu Raya Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung Peringati Harlah ke 76 PAC Fatayat NU Loano Gelar Kajian Fikih, Bahas Perspektif Islam tentang Perempuan Berdaya dalam Karir dan Organisasi GP Ansor Purworejo Gelar Harlah ke-92, Wakil Bupati Dorong Kader Ansor isi Lini Strategis PCNU Purworejo Siapkan Muhasabah Satu Tahun Kepengurusan, Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Program

Berita

Ngaji Budaya Wayang Santri, Lesbumi Purworejo Gaungkan Dakwah Aswaja Lewat Kesenian

badge-check


					Ngaji Budaya Wayang Santri, Lesbumi Purworejo Gaungkan Dakwah Aswaja Lewat Kesenian Perbesar

Kemiri, WARTA NAHDLIYIN – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Purworejo kembali melanjutkan safari budaya melalui kegiatan Turba Ngaji Budaya Wayang Santri atau program “Lesbumi Sowan MWC” yang keempat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, Kiai Akhmad Khanafi, S.Pd.I, dan kali ini dilaksanakan di wilayah MWCNU Kemiri, tepatnya di Masjid Hidayatullah, Desa Kaliurip, pada Sabtu (2/11/2025), bertepatan dengan selapanan Ahad Pon MWCNU Kemiri.

Dalam kesempatan itu, Kiai Akhmad Khanafi menjelaskan bahwa Lesbumi memiliki dua program unggulan, yakni Lesbumi Sowan MWCNU dan Sowan Madrasah dan Pesantren. Selain itu, Lesbumi juga menggelar program selapanan bertajuk Tulodo, yang berisi diskusi dan kajian seni-budaya yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.

“Melalui seni, hidup itu tidak membosankan. Dakwah bisa dilakukan dengan cara yang indah dan menggembirakan, tanpa kehilangan nilai spiritualitasnya,” ujar Kiai Khanafi.

Kegiatan Turba ini turut dihadiri oleh Ketua PCNU Purworejo KH Muhammad Haekal, S.Pd.I, PJ Sekcam Kemiri H Amin Sucipto, S.Ip., jajaran pengurus MWCNU Kemiri, para Ketua PRNU se-Kemiri, serta seluruh badan otonom NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU. Turut hadir pula perwakilan Pemerintah Desa, takmir masjid, remaja masjid, serta masyarakat Desa Kaliurip yang menyemarakkan suasana.

Kepala Desa Kaliurip, Riyono, selaku panitia, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan panitia yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mohon maaf jika dalam penyambutan dan penyediaan tempat masih banyak kekurangan. Terima kasih atas semangat kebersamaan semua pihak,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Kemiri, Kiai Afif Jailani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus banom, lembaga, para donatur, serta warga NU yang telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan MWCNU, termasuk peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu. Ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah dengan membiasakan pembacaan Surat Al-Fatihah bagi para leluhur dan kiai pendiri NU.

Lebih lanjut, Kiai Afif menginformasikan bahwa kegiatan selapanan MWCNU berikutnya akan dilaksanakan di Desa Sidodadi. Ia berharap seluruh ranting NU di Kecamatan Kemiri semakin solid dan segera membentuk Unit Pengelola (UP) LAZISNU agar gerakan ekonomi keummatan dapat berjalan lebih terstruktur.

“Kita ingin seluruh ranting NU bergerak bersama dalam kemandirian organisasi dan sosial, agar manfaat NU semakin dirasakan jamaah di tingkat bawah,” pesannya.

Sementara itu, Ketua PCNU Purworejo, KH Muhammad Haekal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MWCNU Kemiri atas terselenggaranya kegiatan Lesbumi Sowan MWC sekaligus atas rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

“Alhamdulillah, sepanjang Oktober kemarin, tercatat kurang lebih 100 kegiatan Hari Santri di tingkat MWC maupun PCNU. Semua ini adalah bentuk cinta santri terhadap perjuangan para kiai. Semoga segala pengorbanan, baik moril maupun materiil, dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan,” tutur KH Haekal.

Ia menegaskan pentingnya pelestarian seni budaya sebagai bagian dari dakwah Aswaja An-Nahdliyah.

“Seni budaya adalah landasan yang harus terus kita rawat. Sebagaimana prinsip al-muhafadhotu ‘ala al-qadimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah — menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik untuk kemaslahatan bersama. Itulah ruh Lesbumi,” tegasnya.

Sebagai penutup, kegiatan Turba Ngaji Budaya Wayang Santri diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Kemiri, KH Rosyidi. Doa yang berlangsung penuh kekhidmatan, menandai semangat kebersamaan antara kiai, santri, dan masyarakat dalam merawat dakwah berbasis seni dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Desa untuk Kemandirian: Ikhtiar LAZISNU Purworejo Menumbuhkan Harapan Warga Kedungloteng

29 April 2026 - 11:05 WIB

PCNU Purworejo Berangkatkan Kader Muda Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi Se-Kedu Raya

28 April 2026 - 18:49 WIB

Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Konservasi “Living Heritage” dalam Tuladha #6 di Semagung

28 April 2026 - 18:46 WIB

Peringati Harlah ke 76 PAC Fatayat NU Loano Gelar Kajian Fikih, Bahas Perspektif Islam tentang Perempuan Berdaya dalam Karir dan Organisasi

26 April 2026 - 23:19 WIB

GP Ansor Purworejo Gelar Harlah ke-92, Wakil Bupati Dorong Kader Ansor isi Lini Strategis

26 April 2026 - 23:05 WIB

PCNU Purworejo Siapkan Muhasabah Satu Tahun Kepengurusan, Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Program

22 April 2026 - 17:35 WIB

Trending di Berita