Menu ✖

Mode Gelap
2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting “Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

Berita

PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo

badge-check


					PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengadakan Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 dan Diklatsus Bagana Balantas, Jum’at-Ahad (26-28/11/2021) kemarin, di Komplek Yayasan Mazro’atul Ulum, Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

Latihan Instruktur satu, Suspelat satu, diklatsus bagana dan balatas diikuti oleh 49 kader dari 5 Kabupaten di karesidenan kedu.

Baca juga: Tim Media Ansor Purworejo, Belajar Sejarah di Museum Tosan Aji

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Solahudin Aly menyampaikan bahwa Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 setelah pandemi putaran ke emat, yang pertama di Kota Semarang raya, kedua di Banyumas raya, ketiga Pekalongan raya dan sekarang di Kedu raya.

“Jadi kita bikin per karesidenan, setelah pandemi covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, peseta tidak ada batasan khusus, hanya mempertimbangkan kelas dan kemampuan kelas memampung.

“Artinya kita batasi dari persyaratan, di Latihan Instruktur dan Suspelat satu harus sarjana. Kami ingin mendidik guru sebagai pendidik yang baik,” terangnya.

Diharapkan, sahabat-sahabat yang berlatar belakang sarjana, didik instruktural bisa berkembang dan bermanfaat. Karena kita berangkat dari pengalaman dari sebelumnya yang aktif hanya paling 25 persen.

“Antinya nantinya setelah diklat khusus ini bisa bermanfaat dan menularkan ilmunya, bisa digunakan untuk kaderisasi di masing-masing cabang,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Rohadi
Editor: MH/RA/LH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan

11 Oktober 2026 - 20:29 WIB

PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo

11 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting

21 September 2026 - 17:33 WIB

“Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU

21 September 2026 - 11:15 WIB

LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

14 September 2026 - 15:07 WIB

Trending di Berita