Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Berita

PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo

badge-check


					PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengadakan Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 dan Diklatsus Bagana Balantas, Jum’at-Ahad (26-28/11/2021) kemarin, di Komplek Yayasan Mazro’atul Ulum, Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

Latihan Instruktur satu, Suspelat satu, diklatsus bagana dan balatas diikuti oleh 49 kader dari 5 Kabupaten di karesidenan kedu.

Baca juga: Tim Media Ansor Purworejo, Belajar Sejarah di Museum Tosan Aji

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Solahudin Aly menyampaikan bahwa Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 setelah pandemi putaran ke emat, yang pertama di Kota Semarang raya, kedua di Banyumas raya, ketiga Pekalongan raya dan sekarang di Kedu raya.

“Jadi kita bikin per karesidenan, setelah pandemi covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, peseta tidak ada batasan khusus, hanya mempertimbangkan kelas dan kemampuan kelas memampung.

“Artinya kita batasi dari persyaratan, di Latihan Instruktur dan Suspelat satu harus sarjana. Kami ingin mendidik guru sebagai pendidik yang baik,” terangnya.

Diharapkan, sahabat-sahabat yang berlatar belakang sarjana, didik instruktural bisa berkembang dan bermanfaat. Karena kita berangkat dari pengalaman dari sebelumnya yang aktif hanya paling 25 persen.

“Antinya nantinya setelah diklat khusus ini bisa bermanfaat dan menularkan ilmunya, bisa digunakan untuk kaderisasi di masing-masing cabang,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Rohadi
Editor: MH/RA/LH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 08:23 WIB

STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor

31 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing

31 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat

31 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi

31 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

30 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Berita