Menu

Mode Gelap
Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran Ketua MWCNU Purwodadi Tekankan Tiga Kunci Khidmat Muslimat NU: Ngaji, Ngopi, dan Ngader Terpilih Aklamasi, Siti Nurul Khikmah Kembali Pimpin Muslimat NU Purwodadi hingga 2031 Perkuat Literasi dan Kelembagaan, LPTNU Purworejo Siapkan Tiga Program Strategis Tongkat Estafet Kepemimpinan Beralih, Aslamiyah Resmi Pimpin MI Imam Puro Jogotamu

Berita

PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo

badge-check


					PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengadakan Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 dan Diklatsus Bagana Balantas, Jum’at-Ahad (26-28/11/2021) kemarin, di Komplek Yayasan Mazro’atul Ulum, Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

Latihan Instruktur satu, Suspelat satu, diklatsus bagana dan balatas diikuti oleh 49 kader dari 5 Kabupaten di karesidenan kedu.

Baca juga: Tim Media Ansor Purworejo, Belajar Sejarah di Museum Tosan Aji

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Solahudin Aly menyampaikan bahwa Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 setelah pandemi putaran ke emat, yang pertama di Kota Semarang raya, kedua di Banyumas raya, ketiga Pekalongan raya dan sekarang di Kedu raya.

“Jadi kita bikin per karesidenan, setelah pandemi covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, peseta tidak ada batasan khusus, hanya mempertimbangkan kelas dan kemampuan kelas memampung.

“Artinya kita batasi dari persyaratan, di Latihan Instruktur dan Suspelat satu harus sarjana. Kami ingin mendidik guru sebagai pendidik yang baik,” terangnya.

Diharapkan, sahabat-sahabat yang berlatar belakang sarjana, didik instruktural bisa berkembang dan bermanfaat. Karena kita berangkat dari pengalaman dari sebelumnya yang aktif hanya paling 25 persen.

“Antinya nantinya setelah diklat khusus ini bisa bermanfaat dan menularkan ilmunya, bisa digunakan untuk kaderisasi di masing-masing cabang,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Rohadi
Editor: MH/RA/LH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Rencana Eksekusi Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Pemkab Purworejo Dorong Penundaan hingga Gugatan Perdata Diproses

6 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Hadir Langsung di Hari ber-Muhammadiyah, Ketua PCNU Purworejo Doakan Keberkahan untuk ‘Kampung Aren’ Desa Keduran

3 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Ketua MWCNU Purwodadi Tekankan Tiga Kunci Khidmat Muslimat NU: Ngaji, Ngopi, dan Ngader

3 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Terpilih Aklamasi, Siti Nurul Khikmah Kembali Pimpin Muslimat NU Purwodadi hingga 2031

3 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Perkuat Literasi dan Kelembagaan, LPTNU Purworejo Siapkan Tiga Program Strategis

3 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Tongkat Estafet Kepemimpinan Beralih, Aslamiyah Resmi Pimpin MI Imam Puro Jogotamu

1 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Trending di Berita