Menu

Mode Gelap
Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029 LAZISNU Purworejo Tasyarufkan Ratusan Paket Beras dan Shodaqoh kepada Mustahik Soal Penentuan 1 Syawal 1447 H, PCNU Purworejo Ajak Warga Ikut Hasil Keputusan Pemerintah Rukyatul Hilal Purworejo di Pantai Jetis Gagal Amati Hilal IPNU–IPPNU Kemiri Gelar Program Mengajar di SMPN 18 Purworejo Tarhim Ramadhan GP Ansor Purworejo, Bangkitkan Semangat Khidmah Kader Muda NU

Berita

Rukyatul Hilal Purworejo di Pantai Jetis Gagal Amati Hilal

badge-check


					Rukyatul Hilal Purworejo di Pantai Jetis Gagal Amati Hilal Perbesar

GRABAG, PURWOREJO – Pantai Jetis di Kecamatan Grabag menjadi titik utama pengamatan hilal oleh tim Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo pada Kamis (19/03/2026). Observasi ini dilakukan untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah dan menjadi bagian dari pemantauan hilal nasional yang hasilnya dilaporkan ke Kemenag RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

Kasubag TU Kemenag Purworejo, H. Uan Abdul Hanan, menjelaskan bahwa Pantai Jetis merupakan satu-satunya Pos Observasi Bulan (POB) di wilayah Purworejo. Lokasi ini dipilih karena dinilai lebih optimal dibandingkan titik sebelumnya.

“Pengamatan hilal dilakukan di pusat observasi bulan Pantai Jetis. Hasilnya akan kami laporkan ke Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Hal ini disebabkan posisi hilal masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal minimal 3 derajat sesuai standar imkan rukyat.

“Untuk di Pantai Jetis, hilal tidak dapat terlihat karena posisinya masih sekitar 1 derajat, sehingga belum memungkinkan untuk diamati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uan menegaskan bahwa penentuan awal Syawal tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kemenag RI.

Kegiatan rukyatul hilal ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Kemenag Purworejo dan Kota Magelang, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Purworejo, organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, seperti An-Nawawi, STAINU Purworejo, dan Al-Iman Bulus.

Selain sebagai bagian dari penentuan kalender hijriah, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat dalam memahami pergerakan benda-benda langit.

“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti hasil keputusan pemerintah pusat. Jika terdapat perbedaan, hendaknya tetap saling menghormati dan menjaga toleransi serta ukhuwah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029

5 April 2026 - 05:55 WIB

LAZISNU Purworejo Tasyarufkan Ratusan Paket Beras dan Shodaqoh kepada Mustahik

20 Maret 2026 - 03:17 WIB

Soal Penentuan 1 Syawal 1447 H, PCNU Purworejo Ajak Warga Ikut Hasil Keputusan Pemerintah

20 Maret 2026 - 03:15 WIB

IPNU–IPPNU Kemiri Gelar Program Mengajar di SMPN 18 Purworejo

16 Maret 2026 - 04:56 WIB

Tarhim Ramadhan GP Ansor Purworejo, Bangkitkan Semangat Khidmah Kader Muda NU

16 Maret 2026 - 04:53 WIB

Fatayat NU Pituruh Tebar 550 Paket Takjil di Pasar Pituruh

16 Maret 2026 - 04:50 WIB

Trending di Berita