KEMIRI – Kegiatan Selapanan Sholawat Nariyah yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kemiri kembali digelar dan menjadi agenda keagamaan yang dinantikan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 35 hari sekali (selapanan) dan bergilir di 40 desa se-Kecamatan Kemiri.
Dengan pola tersebut, satu desa menerima giliran penyelenggaraan sekitar empat tahun sekali, karena dalam satu tahun kegiatan ini dapat berlangsung hingga 10 kali. Pada putaran kali ini, Selapanan dilaksanakan di Ranting NU Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri, pada Ahad Pon, 7 Desember 2025.

Selain berlangsung khidmat, kegiatan ini mencatat fenomena menarik dengan hadirnya puluhan pedagang asongan dan pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi acara. Para pedagang tampak berkeliling menyapa jamaah dengan tertib dan tetap menjaga kekhidmatan kegiatan.
Para pedagang tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kemiri, tetapi juga dari kecamatan sekitar seperti Pituruh, Kutoarjo, Butuh, dan sejumlah wilayah lainnya. H. Muhajir Khomsun, Sekretaris MWCNU Kemiri, menyampaikan bahwa terpantau sekitar 15 pedagang tanpa gerobak, sementara pedagang yang membawa gerobak diperkirakan mencapai 15–20 orang. Menurutnya, ramainya pedagang ini menunjukkan bahwa Selapanan Sholawat Nariyah memberi dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil dan UMKM.
“Kami melihat ini sebagai potensi yang baik bagi peningkatan ekonomi jamaah. Jika ada warga Kemiri yang ingin ikut berjualan, dipersilakan, selama tetap tertib dan tidak mengganggu jalannya rangkaian kegiatan,” ujar H. Muhajir.
Ia menambahkan, Selapanan Sholawat Nariyah diharapkan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan iman dan takwa, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah, serta mendorong terwujudnya ukhuwah ekonomiyah.
“Semoga kegiatan Selapanan Sholawat Nariyah terus menginspirasi kebaikan dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi jamaah,” pungkasnya. (njh)
Tim LTN PCNU Purworejo






