Menu

Mode Gelap
Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir Pelantikan MWCNU Kutoarjo dan Muslimat NU Semawung Kembaran Teguhkan Komitmen Khidmah dan Kemanfaatan bagi Masyarakat Ansor Goes to Japan! Program Baru PC Ansor Purworejo Bidik Peluang Kerja Internasional Atap Rumah Sahabat Ansor Runtuh, Tim Media NU Purworejo Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan

Berita

Tingkatkan Moderasi Beragama, STAINU Purworejo Gelar Bedah Buku dan Sarasehan

badge-check


					Ketua STAINU Purworejo, M. Nasir saat menerima buku. Dok (Mahmudah/Warta Nahdliyyin) Perbesar

Ketua STAINU Purworejo, M. Nasir saat menerima buku. Dok (Mahmudah/Warta Nahdliyyin)

Purworejo, nupurworejo.com STAINU Purworejo bedah buku dan sarasehan moderasi beragama, diselenggarakan atas kerjasama dengan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI. Di Ruang Auditorium Kampus, Selasa (12/7).

Kegiatan tersebut mengambil tema “internalisasi nilai moderasi beragama secara holistik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat”, dalam hal ini dihadiri oleh badan puslitbang Bimas Agama Balitbang Diklat Kementerian Agama RI (Rizki Riyadu Taufik S. Th.I, MA).

Turut hadir para narasumber sarasehan, banom NU Kabupaten Purworejo, penyuluh agama Purworejo, Pengurus PCNU beserta lembaga dan banomnya, Bupati (diwakilkan), perwakilan Polres, Kodim 0708 Purworejo.

Badan puslitbang Bimas Agama Balitbang Diklat Kementerian Agama RI Rizki Riyadu Taufik menambahkan bahwa moderasi beragama merupakan produk asli dari kami yang terbit pd thn 2019, dengan bangga Bapak Jokowi dijadikan sebagai RPJMN.

“Rencana pembangunan jangka menengah, seluruh lembaga negara yang ada di Indonesia, seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Indonesia wajib menyertakan program-program moderasi beragama,” bebernya.

Sarasehan moderasi beragama di bawakan oleh dosen abdul aziz selaku moderator. Narasumbernya yaitu Dr. M. Mibtadin, S.Fil.I, M.Si, Rr. Nurul Komariyah, S.Sos, M.Ap dan Dr. M. Djamal, M.Pd.

Dalam penyampaiannya, Dr. M. Mibtadin mengatakan, beragama itu harus keras pada diri kita dan lembut pada orang lain. “Artinya kita harus berjuang dengan kekuatan dan arus bersungguh2 demi memperjuangkan agama kita,” ucap Dr. M. Mibtadin, S.Fik.I, M.Si.

Kontributor: Mahmudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU

17 Mei 2026 - 17:42 WIB

PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

16 Mei 2026 - 19:40 WIB

Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir

3 Mei 2026 - 23:57 WIB

Pelantikan MWCNU Kutoarjo dan Muslimat NU Semawung Kembaran Teguhkan Komitmen Khidmah dan Kemanfaatan bagi Masyarakat

3 Mei 2026 - 22:24 WIB

Ansor Goes to Japan! Program Baru PC Ansor Purworejo Bidik Peluang Kerja Internasional

3 Mei 2026 - 19:12 WIB

Atap Rumah Sahabat Ansor Runtuh, Tim Media NU Purworejo Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan

1 Mei 2026 - 14:12 WIB

Trending di Berita