Menu

Mode Gelap
Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci Jamaah Haji KBIHNU Ziarah Jannatul Ma’la Lailatul Ijtima’ MWC NU Pituruh di Dukuh Sitawon, Jamaah Tempuh Medan Ekstrem dengan Truk Berdayakan Perempuan, PAC Fatayat Purworejo Gelar Pelatihan Menjahit Bersama BLK Semangat Berbagi untuk Sesama, MWCNU Pituruh Sukses Selenggarakan Donor Darah dan Berhasil Himpun 26 Kantong Darah Sambut Muharram 1448 H, Muslimat NU Krendetan Gelar Selapanan dan Pengajian Bersama Kyai Choirul Anwar

Budaya

Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul

badge-check


					Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul Perbesar

Purworejo— Memasuki usia seperempat abad, Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo terus memantapkan langkahnya menuju perguruan tinggi yang unggul berakar nilai pesantren. Visi besar ini disampaikan oleh Rektor IAI An-Nawawi, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, pada malam puncak peringatan yang berlangsung Sabtu (30/05/2026) di Auditorium K.H. Nawawi Shiddieq.

“Ke depan, kita memiliki cita-cita besar. Kita ingin menjadikan Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo sebagai institut yang unggul, adaptif, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai pesantren,” ujarnya.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat dan harapan masyarakat yang tinggi, Irun mengingatkan pentingnya membangun ekosistem kerja yang sehat. Baginya, kesuksesan institusi merupakan buah dari komitmen kolektif, bukan kerja individu.

“Tantangan pendidikan hari ini semakin kompleks. Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Teknologi berkembang pesat. Dunia kerja berubah. Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi juga semakin tinggi. Karena itu, tidak ada satu bagian pun yang bisa bekerja sendiri. Kualitas suatu institusi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh budaya kolektif yang dibangun bersama,” terang Irun.

Irun tidak menampik bahwa jalan menuju visi besar tersebut akan penuh dengan tantangan. Namun, ia optimis seluruh rintangan akan bisa dilalui jika seluruh elemen kampus mampu menjaga semangat kolektivitas.

“Perjalanan menuju cita-cita tersebut tentu tidak mudah. Saya percaya, selama kita menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung, saling menguatkan dan saling menghargai, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci

11 Juni 2026 - 19:07 WIB

Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam.

Jamaah Haji KBIHNU Ziarah Jannatul Ma’la

11 Juni 2026 - 08:13 WIB

Lailatul Ijtima’ MWC NU Pituruh di Dukuh Sitawon, Jamaah Tempuh Medan Ekstrem dengan Truk

8 Juni 2026 - 13:14 WIB

Berdayakan Perempuan, PAC Fatayat Purworejo Gelar Pelatihan Menjahit Bersama BLK

8 Juni 2026 - 13:10 WIB

Semangat Berbagi untuk Sesama, MWCNU Pituruh Sukses Selenggarakan Donor Darah dan Berhasil Himpun 26 Kantong Darah

8 Juni 2026 - 13:08 WIB

Sambut Muharram 1448 H, Muslimat NU Krendetan Gelar Selapanan dan Pengajian Bersama Kyai Choirul Anwar

8 Juni 2026 - 10:46 WIB

Trending di Berita