Purworejo, Warta Nahdliyyin – Di tengah gegap gempita puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) Kabupaten Purworejo menggelar Pelantikan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) di Alun-Alun Purworejo, Minggu (26/10/2025).
Pelantikan tersebut menjadi momen penting bagi NU Purworejo dalam memperkuat struktur kelembagaan dan tata kelola zakat di tingkat akar rumput. UPZIS berperan mengoordinasikan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah dari masyarakat, agar dapat dikelola secara profesional dan berdampak langsung pada kesejahteraan umat.

Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I, menegaskan bahwa penguatan lembaga zakat seperti UPZIS merupakan langkah nyata NU dalam membangun kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
“Alhamdulillah, dari gerakan koin infak yang dijalankan bersama LazisNU, terkumpul dana lebih dari 20 juta rupiah. Sebanyak 10 persen dikelola oleh LazisNU Kabupaten Purworejo, sementara 90 persen dikelola oleh MWCNU di seluruh kecamatan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung lima pilar program kerja NU: NU Pintar, NU Berdaya, NU Sehat, NU Damai, dan NU Hijau,” ujarnya.
Kelima pilar tersebut meliputi NU Pintar – memajukan pendidikan dan literasi, NU Berdaya – memperkuat ekonomi umat, NU Sehat – meningkatkan layanan kesehatan, NU Damai – menyebarkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah dan memperkokoh kerukunan dan NU Hijau – menggerakkan kepedulian terhadap lingkungan.
KH. Haekal juga mengajak seluruh pengurus UPZIS untuk meneladani semangat kemandirian para ulama terdahulu yang mengutamakan pengabdian dan pelayanan umat.
Menurutnya, gerakan zakat, infak, dan sedekah bukan hanya urusan finansial, tetapi juga gerakan spiritual yang menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat tali persaudaraan.
“UPZIS harus hadir bukan sekadar mengumpulkan dana, tapi menjadi mitra masyarakat dalam membangun kepedulian dan memberdayakan mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.
Pelantikan UPZIS ini disambut antusias oleh ribuan jamaah NU yang hadir. Dengan dikukuhkannya unit-unit pengumpul di tingkat kecamatan, LazisNU Purworejo optimistis dapat memperluas jangkauan program sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berbasis kemandirian umat.
(HR)






