Menu

Mode Gelap
Meneladani Akhlak Nabi, Warga Ketaon Semarakkan Maulid di Masjid Miftahul Ishlah Maulid Nabi di Winonglor, Sirah Nabawiyah Disampaikan Lewat Suluk Dalang Santri Dari Kemadulor, MWCNU Kutoarjo Serukan Warga NU Ikut Ngopeni Negeri MWC NU Pituruh Gelar Donor Darah Rutin, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat MWCNU Gebang Hadiri Maulid Nabi di Pakem Krajan, KH Duri Ashari Kupas Filosofi Gerakan Shalat Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor

Berita

Meniti Jejak KH Jamal Ma’sum: Ziarah dan Tasyakuran Warga Maron di Hari Santri 2025

badge-check


					Meniti Jejak KH Jamal Ma’sum: Ziarah dan Tasyakuran Warga Maron di Hari Santri 2025 Perbesar

Loano, WARTA NAHDLIYIN- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, warga Desa Maron, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Ziarah Masyayikh Pondok Pesantren Maron dan Tasyakuran Pembangunan Maqam KH Jamal Ma’sum, Sabtu malam (1/11/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di dua lokasi, yakni Maqam Slotyang dan Maqam Kedander, Desa Maron.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya KR Sholih Haris selaku Rois Syuriyah MWCNU Loano, Gus M. Muhibbillah Syarqowi (Rois Syuriyah Ranting NU Maron), Gus Zainal Arifin (Ketua Tanfidziyah Ranting NU Maron), serta para ulama dan tokoh agama setempat. Turut hadir pula Lurah Desa Maron beserta perangkatnya, para pengurus NU Ranting Maron, badan otonom (Banom) NU, para alumni dan santri KH Jamal Ma’sum dari berbagai daerah, hingga warga masyarakat dari berbagai lapisan usia.

Suasana malam itu terasa hangat dan religius. Meski sempat dikhawatirkan hujan, namun cuaca bersahabat hingga acara berakhir. “Alhamdulillah, mulai sore sudah tidak hujan, padahal ini musim hujan. Kalau sampai hujan, entah bagaimana jadinya acara ini,” tutur salah satu peserta yang hadir dengan penuh rasa syukur. Banyak warga datang berjalan kaki dari rumah masing-masing menuju maqam Slotyang, lalu berlanjut ke maqam KH Jamal Ma’sum di Dusun Kedander untuk mengikuti rangkaian acara tasyakuran.

Dalam sambutannya, Bapak Asyrofi selaku perwakilan panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh hadirin yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah silaturahim bagi warga NU Ranting Maron dan masyarakat Desa Maron secara umum. Mudah-mudahan Allah menurunkan limpahan barakah atas kebersamaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, KR Sholih Haris, Rois Syuriyah MWCNU Loano, dalam mau’idhoh hasanah-nya memberikan kesaksian tentang keteladanan perjuangan KH Jamal Ma’sum, ulama karismatik asal Maron yang hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk dakwah dan pendidikan Islam.

“KH Jamal Ma’sum adalah sosok pejuang sejati yang mengabdikan hidupnya untuk Islam. Beliau tidak kenal lelah dalam mengajar dan membimbing masyarakat. Semangat istiqamah beliau patut kita teladani sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Di akhir tausiyah, KR Sholih Haris juga menyinggung kegiatan Lomba CCI (Cerdas Cermat Islami) yang sebelumnya telah diadakan untuk santri TPQ dan Madin se-Desa Maron.

“Lomba seperti CCI ini bisa menjadi indikator sejauh mana pendidikan TPQ dan Madin di Desa Maron mengajarkan ilmu syariat. Tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga memahami fiqih sebagaimana sabda Nabi ﷺ: ‘Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka dia akan dijadikan orang yang paham agama (tafaqquh fiddin)’.

Selain ziarah dan tasyakuran, rangkaian kegiatan dalam memperingati HSN 2025 di Desa Maron juga telah dimulai sejak sepekan sebelumnya melalui Lomba Santri TPQ/Madin se-Desa Maron, yang meliputi lima cabang lomba: Adzan, Tartil Al-Qur’an, Hafalan Surat Pendek, MTQ, dan LCCI (Lomba Cerdas Cermat Islami).

Kegiatan ziarah ini dimaksudkan tidak hanya sebagai wujud pelestarian sunnah Nabi dalam berziarah ke makam para ulama, tetapi juga sebagai ajang tholabul ilmi dan mempererat tali silaturahim antarwarga.

“Ziarah Masyayikh dan Tasyakuran ini diharapkan menjadi syiar Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah serta menumbuhkan semangat persatuan warga Nahdliyyin, khususnya di Desa Maron,” ungkap panitia di akhir acara.

Melalui kegiatan ini, warga Desa Maron berupaya menjaga tradisi luhur para masyayikh sekaligus meneguhkan identitas ke-NU-an yang rahmatan lil ‘alamin. Semangat kebersamaan, keikhlasan, dan rasa cinta terhadap ulama tampak begitu kuat di tengah masyarakat, menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan KH Jamal Ma’sum tetap hidup dan terus menginspirasi generasi penerus. ( Kontributor : Nur laila kholidah )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Meneladani Akhlak Nabi, Warga Ketaon Semarakkan Maulid di Masjid Miftahul Ishlah

19 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Maulid Nabi di Winonglor, Sirah Nabawiyah Disampaikan Lewat Suluk Dalang Santri

19 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Dari Kemadulor, MWCNU Kutoarjo Serukan Warga NU Ikut Ngopeni Negeri

19 Agustus 2026 - 17:38 WIB

MWC NU Pituruh Gelar Donor Darah Rutin, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

19 Agustus 2026 - 15:28 WIB

MWCNU Gebang Hadiri Maulid Nabi di Pakem Krajan, KH Duri Ashari Kupas Filosofi Gerakan Shalat

16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Ketua PCNU Purworejo Tegaskan Pentingnya Menjaga Akidah Aswaja dalam Ngaji Aswaja Rijalul Ansor

14 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Trending di Berita