Menu ✖

Mode Gelap
PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026 Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat 2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Keislaman

Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci

badge-check


					Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam. Perbesar

Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam.

Musim haji tahun 2019 menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi banyak jamaah Indonesia. Pada Selasa, 6 Agustus 2019, umat Islam kehilangan seorang ulama kharismatik, Mustasyar PBNU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Syaikhona KH Maimoen Zubair, yang wafat di Makkah Al-Mukarramah saat menunaikan ibadah haji.

Jenazah ulama yang akrab disapa Mbah Moen tersebut dimakamkan di kompleks pemakaman Jannatul Ma’la, salah satu pemakaman bersejarah di Kota Makkah yang juga menjadi tempat peristirahatan banyak keluarga Rasulullah SAW, sahabat, dan para ulama besar.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan pelayat dari berbagai negara, khususnya jamaah haji asal Indonesia. Suasana haru menyelimuti perjalanan terakhir ulama yang dikenal sebagai guru bangsa dan panutan warga Nahdlatul Ulama tersebut.

Dalam dokumentasi bersejarah ini tampak KH Muhammad Haekal, yang saat itu turut berada di Tanah Suci, ikut mengangkat keranda jenazah Syaikhona Mbah Moen menuju pemakaman Jannatul Ma’la. Beliau terlihat mengenakan peci hitam di bagian tengah bawah keranda bersama para pelayat lainnya yang berebut mendapatkan kehormatan mengantarkan jenazah sang ulama.

“Niku kulo ingkang ngagem peci ireng wonten tengah keranda. Musim Haji 2019, nalika ngiring ngangkat lan nglantaraken jenazah Syaikhona Mbah Moen dhateng Jannatul Ma’la,” kenang KH Muhammad Haekal.

Bagi warga Nahdliyin, wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair bukan sekadar kehilangan seorang ulama besar, melainkan juga kehilangan sosok guru yang istiqamah membimbing umat dengan ilmu, hikmah, dan keteladanan. Namun, warisan keilmuan, nasihat, serta perjuangan beliau akan terus hidup dan menjadi penerang bagi generasi penerus.

Al-Fatihah untuk Syaikhona KH Maimoen Zubair. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, maghfirah, dan menempatkan beliau di tempat terbaik bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMII An-Nawawi Rekrut 18 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Organisasi

25 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Rawat Tradisi Terbang Jawa, MWCNU Gebang Hidupkan Syiar Selawat dalam Rangkaian HSN 2026

25 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Enam Prestasi Mahasiswa STAINU Purworejo di MTQ Pelajar XXXIX dan Mahasiswa 2026 Jadi Bukti Kaderisasi Qur’ani

25 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Digital, Apel Hari Santri 2026 PCNU Purworejo Tegaskan Tantangan Santri

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat

22 Oktober 2026 - 19:02 WIB

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di Berita