Menu ✖

Mode Gelap
2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting “Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

Berita

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

badge-check


					Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital Perbesar

Purworejo – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, KH Muhammad Haekal, S.Pd.I., mengingatkan kembali khitah besar pesantren sebagai pilar utama peradaban jam’iyah. Hal tersebut ia tegaskan di hadapan para kiai, bunyai, dan pengasuh pesantren dalam acara “Sambang Pesantren” di Pondok Pesantren Al Istiqomah, Kutoarjo, Sabtu (11/7/2026). Acara ini digelar oleh RMI PWNU Jawa Tengah bersama RMI PCNU Purworejo.

Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, Kiai Haekal menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bagi para pengasuh dan pengurus asrama (musyrif/musyrifah). Menurutnya, gerakan “Pesantrenku Aman” yang diinisiasi oleh RMI merupakan langkah nyata untuk menjaga marwah luhur lembaga pendidikan warisan para wali tersebut.

“Di pesantren, sedikitnya ada tiga hal krusial yang harus kita jaga bersama. Pertama, pesantren sebagai lembaga ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kedua, sebagai benteng moral masyarakat, dan ketiga, sebagai pusat perjuangan,” ujar Kiai Haekal tegas.

Tokoh muda pemersatu warga Nahdliyin Purworejo ini menjabarkan bahwa ketiga fungsi tersebut harus berjalan seimbang. Saat menghadapi tantangan siber dan isu ruang ramah anak seperti sekarang, instrumen pengasuhan asrama harus diperkuat tanpa mengurangi nilai salafiyah-nya.

Kiai Haekal menilai program Sambang Pesantren ini sangat tepat untuk merawat akar sejarah organisasi. Program ini mempertemukan pemikiran lintas sektoral, mulai dari pelatihan psikologi pendamping santri hingga digitalisasi dakwah kaum sarungan.

“Nilai-nilai mulia inilah yang harus senantiasa kita resapi, rawat, dan laksanakan, mengingat Nahdlatul Ulama secara historis lahir dari rahim pesantren. Menjaga keamanan dan kenyamanan santri dalam tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama) berarti kita sedang menjaga masa depan NU,” pungkasnya.

Kontributor: HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan

11 Oktober 2026 - 20:29 WIB

PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo

11 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting

21 September 2026 - 17:33 WIB

“Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU

21 September 2026 - 11:15 WIB

LKKNU PW Jawa Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi KUBE Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Bruno

14 September 2026 - 15:07 WIB

Trending di Berita