Menu

Mode Gelap
Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital Gelar Sambang Pesantren, RMI PWNU Jateng Gandeng RMI PCNU Purworejo Luncurkan Gerakan Pesantrenku Aman dan Standardisasi Pola Asuh Haul Syekh Maulana Maghribi di Ngaran Kaligesing Dihadiri Ribuan Jamaah dari Berbagai Daerah Workshop Pembuatan Modul Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Perencanaan Pembelajaran yang Berkualitas Pagar Nusa Purworejo Borong Medali di KEJURDA X Jawa Tengah 2026, Atlet Usia Dini Bersinar PC PMII Purworejo Gelar Mujahadah dan Santunan Anak Yatim untuk Semarakkan Muharram 1448 H

Berita

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

badge-check


					Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital Perbesar

Purworejo – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, KH Muhammad Haekal, S.Pd.I., mengingatkan kembali khitah besar pesantren sebagai pilar utama peradaban jam’iyah. Hal tersebut ia tegaskan di hadapan para kiai, bunyai, dan pengasuh pesantren dalam acara “Sambang Pesantren” di Pondok Pesantren Al Istiqomah, Kutoarjo, Sabtu (11/7/2026). Acara ini digelar oleh RMI PWNU Jawa Tengah bersama RMI PCNU Purworejo.

Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, Kiai Haekal menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bagi para pengasuh dan pengurus asrama (musyrif/musyrifah). Menurutnya, gerakan “Pesantrenku Aman” yang diinisiasi oleh RMI merupakan langkah nyata untuk menjaga marwah luhur lembaga pendidikan warisan para wali tersebut.

“Di pesantren, sedikitnya ada tiga hal krusial yang harus kita jaga bersama. Pertama, pesantren sebagai lembaga ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kedua, sebagai benteng moral masyarakat, dan ketiga, sebagai pusat perjuangan,” ujar Kiai Haekal tegas.

Tokoh muda pemersatu warga Nahdliyin Purworejo ini menjabarkan bahwa ketiga fungsi tersebut harus berjalan seimbang. Saat menghadapi tantangan siber dan isu ruang ramah anak seperti sekarang, instrumen pengasuhan asrama harus diperkuat tanpa mengurangi nilai salafiyah-nya.

Kiai Haekal menilai program Sambang Pesantren ini sangat tepat untuk merawat akar sejarah organisasi. Program ini mempertemukan pemikiran lintas sektoral, mulai dari pelatihan psikologi pendamping santri hingga digitalisasi dakwah kaum sarungan.

“Nilai-nilai mulia inilah yang harus senantiasa kita resapi, rawat, dan laksanakan, mengingat Nahdlatul Ulama secara historis lahir dari rahim pesantren. Menjaga keamanan dan kenyamanan santri dalam tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama) berarti kita sedang menjaga masa depan NU,” pungkasnya.

Kontributor: HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gelar Sambang Pesantren, RMI PWNU Jateng Gandeng RMI PCNU Purworejo Luncurkan Gerakan Pesantrenku Aman dan Standardisasi Pola Asuh

11 Juli 2026 - 23:37 WIB

Haul Syekh Maulana Maghribi di Ngaran Kaligesing Dihadiri Ribuan Jamaah dari Berbagai Daerah

2 Juli 2026 - 18:00 WIB

Workshop Pembuatan Modul Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Perencanaan Pembelajaran yang Berkualitas

2 Juli 2026 - 17:29 WIB

Pagar Nusa Purworejo Borong Medali di KEJURDA X Jawa Tengah 2026, Atlet Usia Dini Bersinar

2 Juli 2026 - 17:23 WIB

PC PMII Purworejo Gelar Mujahadah dan Santunan Anak Yatim untuk Semarakkan Muharram 1448 H

27 Juni 2026 - 18:09 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PRNU Desa Bener Gelar Pengajian Akbar dan Santunan Lewat Koin NU

27 Juni 2026 - 17:59 WIB

Trending di Berita