PURWOREJO – MI Imam Puro Cangkrep Kidul terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Workshop Pembuatan Modul Pembelajaran yang diikuti sebanyak 31 guru, terdiri atas 22 guru MI Imam Puro Cangkrep Kidul dan 9 guru dari MI TBS Al Fathonah.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam menyusun modul pembelajaran yang sistematis, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga mampu mendukung implementasi pembelajaran yang berkualitas di madrasah.

Workshop menghadirkan narasumber Khamid, M.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Seksi Kurikulum Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Purworejo sekaligus Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs 02 Al-Iman Bulus, Gebang, Purworejo.
Dalam pemaparannya, Khamid menjelaskan berbagai aspek penting penyusunan modul pembelajaran, mulai dari perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan alur kegiatan belajar, strategi asesmen, hingga praktik menyusun modul yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, serta berorientasi pada pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.
Kepala MI Imam Puro Cangkrep Kidul, Nur Fauziah, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar memenuhi administrasi pembelajaran, melainkan menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Workshop ini bukan hanya sebagai pemenuhan administrasi pembelajaran, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Guru dituntut untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik,” ujarnya Rabu, 1/7.
Selain meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku, workshop ini juga bertujuan menyamakan persepsi antarpendidik mengenai standar penyusunan perangkat pembelajaran sehingga kualitas modul yang dihasilkan menjadi lebih seragam dan berkualitas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang menarik, aktif, kreatif, dan bermakna, sekaligus memperkuat budaya kolaborasi antar guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.
Selama pelaksanaan workshop, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga praktik penyusunan modul pembelajaran berlangsung aktif sesuai bidang studi masing-masing.
Pada akhir kegiatan, setiap peserta diharapkan telah memiliki rancangan modul pembelajaran yang siap disempurnakan dan diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Melalui workshop ini, MI Imam Puro Cangkrep Kidul berharap kualitas perencanaan pembelajaran semakin meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, berpengetahuan, terampil, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.







