Ketua LPPNU Purworejo, Machrus, M.Si, menjelaskan bahwa pelatihan ini berfokus pada penguatan kemampuan petani Nahdliyin di bidang hortikultura, khususnya di kawasan Urut Sewu seperti Purwodadi, Bagelen, Ngombol, dan sekitarnya.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan penting bagi petani untuk mandiri, baik dalam produksi hasil pertanian maupun sarana pendukung seperti pestisida nabati. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga meneguhkan motivasi petani hortikultura di Urut Sewu,” kata Machrus.

Sebanyak 30 peserta dari MWCNU Zona 5 (Purwodadi, Bagelen, Ngombol, Banyuurip, dan Kutoarjo) mengikuti pelatihan yang difokuskan pada praktik lapangan (60%) dan teori (40%). Para pemateri terdiri dari instruktur Bapeltan serta petani purnawidya yang telah dinilai kompeten.






