Makkah — Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M, ratusan jamaah haji asal Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Purworejo melaksanakan ziarah ke sejumlah makam keluarga Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan ulama besar yang dimakamkan di Kota Makkah Al-Mukarramah.
Kegiatan ziarah yang diikuti hampir 400 jamaah tersebut berlangsung pada Senin (8/6/2026) dan didampingi oleh petugas haji Kabupaten Purworejo. Rombongan dipimpin langsung oleh Pembimbing KBIHNU Purworejo, KH Muadzin Wahid.

KH Muadzin Wahid menjelaskan bahwa kegiatan ziarah merupakan bagian dari pelayanan KBIHNU kepada jamaah, sekaligus sarana untuk mengenang perjuangan para tokoh Islam yang telah berjasa dalam dakwah dan pengembangan ilmu keislaman.
“Alhamdulillah, kegiatan ziarah yang bertujuan untuk mendoakan, bertabaruk, dan mengenang perjuangan keluarga Nabi, para sahabat, serta ulama dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pelayanan KBIHNU kepada para jamaah haji NU,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah berziarah ke kompleks pemakaman Jannatul Ma’la yang menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Islam. Di antaranya makam Sayyidah Khadijah RA, istri Rasulullah SAW, serta sejumlah ulama Nusantara dan dunia Islam seperti Syekh Nawawi al-Bantani, Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, Syekh Yasin al-Fadani, Syekh Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Khatib Sambas, Syekh Khatib Minangkabau, hingga KH Maimun Zubair.
Selain memanjatkan doa bagi para ahli kubur, para jamaah juga diajak untuk meneladani perjuangan, keteguhan, dan pengabdian para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam. Momen ziarah tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan meneruskan perjuangan dakwah yang telah diwariskan para pendahulu.
Kompleks pemakaman Jannatul Ma’la memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan membangkitkan dari kawasan Ma’la dan seluruh Tanah Haram sebanyak 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Wajah mereka bercahaya laksana bulan purnama, dan masing-masing diberi syafaat untuk 70 ribu orang lainnya. Riwayat tersebut semakin menambah kecintaan umat Islam terhadap kawasan Ma’la sebagai salah satu tempat bersejarah yang sarat nilai spiritual. Para jamaah berharap dapat memperoleh keberkahan dari para syuhada, keluarga Nabi, dan orang-orang saleh yang dimakamkan di tempat tersebut. (*)
Kontributor : K. Zainudin ( KBIH NU )







