Menu

Mode Gelap
Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo Paralegal Muslimat NU Kabupaten Purworejo Dikukuhkan, Siap Dampingi Perempuan dan Anak STAINU Purworejo Gelar Halal Bihalal Bersama PCNU, Mantapkan Komitmen Jadi UNU Jateng STAINU Purworejo Luncurkan Pusat Bahasa dan Asrama Mahasiswa, Wujudkan Kampus Bilingual dan Nyaman Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029

Berita

KH Haekal: Longmarch NU Loano Wujud Teladan Keikhlasan dan Kemandirian Jam’iyah

badge-check


					KH Haekal: Longmarch NU Loano Wujud Teladan Keikhlasan dan Kemandirian Jam’iyah Perbesar

LOANO — Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, memadati jalanan sejak fajar, Minggu (28/9/2025). Dengan lantunan shalawat dan kibaran bendera hijau, mereka menempuh longmarch sejauh 20 kilometer dari Loano menuju makam KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang, sebagai bentuk nazar dan rasa syukur atas terwujudnya Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Loano yang berdiri megah dan mandiri.

Dalam momentum penuh makna ini, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan serta keikhlasan keluarga besar NU Loano. Ia menilai semangat tersebut sebagai teladan nyata bagi kader dan pengurus NU di seluruh Purworejo.

“Saya ikut berbahagia dan bersyukur atas anugerah Allah Swt yang diberikan kepada keluarga besar NU Loano. Kekompakan, keikhlasan, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar KH. Haekal dalam sambutannya di sela kegiatan longmarch nazaran tersebut.

Beliau menegaskan, keberhasilan membangun gedung MWCNU Loano tidak hanya melahirkan bangunan fisik, tetapi juga memperkokoh spirit khidmah, kemandirian, dan cinta terhadap jam’iyah.

“Semoga gedung ini menjadi aset yang bermanfaat dan bermartabat untuk kemajuan serta pengabdian NU bagi jamaah dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Perjalanan Spiritual dari Nazar Pribadi ke Gerakan Kolektif

Longmarch penuh makna ini berawal dari nazar Heri, Bendahara MWCNU Loano, yang berjanji akan berjalan kaki ke makam KH Nur Muhammad bila cita-cita memiliki gedung NU dapat terwujud. Siapa sangka, nazar itu menjelma menjadi gerakan massal.

“Awalnya hanya saya dan tiga rekan yang bernazar, tetapi semangat itu menular. Saya tidak menyangka hingga lebih dari seribu orang ikut menemani,” ucap Heri haru.

Dari anak-anak hingga para sesepuh, dari pelajar IPNU-IPPNU hingga ibu-ibu Muslimat dan Fatayat, semuanya larut dalam suasana syukur. Warga di sepanjang jalan menyambut rombongan dengan air minum dan doa restu, menjadikan perjalanan itu bukan sekadar langkah kaki, melainkan langkah hati menuju ridha Ilahi.

Gotong Royong Lima Tahun: Dari Amplop Kecil Menjadi Gedung Megah

Cita-cita memiliki gedung MWCNU sendiri telah dimulai sejak 2019. Dengan semangat kebersamaan, warga NU Loano rutin mengumpulkan sumbangan melalui iuran mingguan setiap pengajian. Amplop-amplop kecil berisi ribuan hingga ratusan ribu rupiah menjadi saksi tumbuhnya kepedulian dan loyalitas jamaah.

Lima tahun kemudian, hasilnya nyata: sebidang tanah terbeli, bangunan berdiri megah, dan semua biaya lunas tanpa utang.
“Setiap rupiah yang disumbangkan adalah bukti cinta terhadap jam’iyah. Ini bukan sekadar bangunan, melainkan wujud persatuan dan kemandirian umat,” ujar salah satu panitia pembangunan.

KH. Haekal pun menambahkan, proses panjang ini patut dicatat sebagai contoh nyata kemandirian umat di bawah panji Nahdlatul Ulama.

“Longmarch nazaran ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang lahir dari jerih payah, sedekah, dan partisipasi para pengurus serta badan otonom NU. Semoga Allah Swt melipatgandakan pahala atas perjuangan dan pengorbanan semua kader yang terlibat,” imbuhnya.

Apresiasi dan Langkah Lanjutan

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan warga NU Loano.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa keikhlasan dan kebersamaan mampu melahirkan karya besar. Gedung MWCNU Loano bukan hanya milik organisasi, tetapi juga kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Setelah keberhasilan ini, warga NU Loano berencana melanjutkan perjuangan dengan membangun Masjid KH Hasyim Asy’ari di kompleks gedung MWCNU sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan dakwah.

Gedung MWCNU Loano kini berdiri tegak bukan sekadar sebagai simbol organisasi, tetapi sebagai monumen kebersamaan dan khidmah warga Nahdlatul Ulama. Dari amplop-amplop kecil yang dikumpulkan setiap Selasa, lahirlah bangunan besar yang menegaskan pesan: kebersamaan, keikhlasan, dan cinta terhadap jam’iyah adalah energi abadi perjuangan Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan

14 April 2026 - 23:28 WIB

Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo

14 April 2026 - 23:25 WIB

Paralegal Muslimat NU Kabupaten Purworejo Dikukuhkan, Siap Dampingi Perempuan dan Anak

14 April 2026 - 04:24 WIB

STAINU Purworejo Gelar Halal Bihalal Bersama PCNU, Mantapkan Komitmen Jadi UNU Jateng

13 April 2026 - 01:52 WIB

STAINU Purworejo Luncurkan Pusat Bahasa dan Asrama Mahasiswa, Wujudkan Kampus Bilingual dan Nyaman

12 April 2026 - 18:35 WIB

Sertijab DWP Purworejo, Indah Herlawati Lanjutkan Kepemimpinan 2024-2029

5 April 2026 - 05:55 WIB

Trending di Berita