Menu

Mode Gelap
Digebuk Satu Twit Viral Harlah ke-76 Fatayat NU Purworejo, Perkuat Peran Perempuan Muda yang Berdaya dan Berdampak Karnaval Becak hingga Mujahadah Asmaul Husna Warnai Milad XVII MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir

Berita

KH Miftachul Akhyar Ditetapkan Sebagai Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2021-2026

badge-check


					KH Miftachul Akhyar Ditetapkan Sebagai Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2021-2026 Perbesar

BANDAR LAMPUNG, nupurworejo.com – KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026. Hal itu, diputuskan melalui musyawarah mufakat sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Keputusan tersebut ditetapkan pada Sidang Pleno IV di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Kamis (23/12) malam.

Perlu diketahui, bahwa Anggaran Rumah Tangga Pasal 40 Ayat 1 Hasil Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 di Jombang mengatur pemilihan Rais Aam PBNU ditetapkan melalui sembilan anggota AHWA.

Sembilan anggota AHWA tersebut diusulkan oleh muktamirin, peserta muktamar yang mewakili Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Kiai Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam sebagai pejabat sementara untuk melanjutkan kepempimpinan KH Ma’ruf Amin yang mengundurkan diri pada 22 September 2018 lalu. Ia juga pernah menjabat sebagai Rais PWNU Jawa Timur dua periode dan Rais PCNU Surabaya.

Sembilan ulama tersebut adalah (1) KH Dimyati Rois, (2) KH Ahmad Mustofa Bisri, (3) KH Ma’ruf Amin, (4) KH Anwar Manshur, (5) TGH Turmudzi Badaruddin, (6) KH MIftachul Akhyar, (7) KH Nurul Huda Jazuli, (8) KH Ali Akbar Marbun, dan (9) KH Zainal Abidin.

Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar menyampaikan dalam sambutannya, sebagai rais kami tidak akan berkerja sendiri. Tetapi kami akan berkerja secara koledial, sebagaimana yang telah ditetapkan di AD ART.

“Tugas-tugas yang akan kami kerjakan lima tahun kedepan adalah keputusan-keputusan atau program yang telah dilakukan oleh komisi-komisi yang telah ditetapkan peserta muktamar, itulah yang akan kami jalan selama menjadi rais aam lima tahun kedepan, kami tidak akan memberikan janji dan tidak menjanjikan,” pesannya.

Sumber: NU Online Jateng 
Editor: Achmad Rohadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harlah ke-76 Fatayat NU Purworejo, Perkuat Peran Perempuan Muda yang Berdaya dan Berdampak

25 Mei 2026 - 19:58 WIB

Karnaval Becak hingga Mujahadah Asmaul Husna Warnai Milad XVII MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul

25 Mei 2026 - 14:37 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah hingga Go Digital, Puluhan Pesantren NU di Purworejo Ikuti Sarasehan RMI NU

17 Mei 2026 - 17:42 WIB

PMII Imam Puro Gelar Sekolah Aswaja 2026, Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

16 Mei 2026 - 19:40 WIB

Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir

3 Mei 2026 - 23:57 WIB

Pelantikan MWCNU Kutoarjo dan Muslimat NU Semawung Kembaran Teguhkan Komitmen Khidmah dan Kemanfaatan bagi Masyarakat

3 Mei 2026 - 22:24 WIB

Trending di Berita